Trio Tata Air Kunci Keberhasilan Kebun di Daerah Pasang Surut

KILASRIAU.com -- Bagi masyarakat Inhil, tanggul bukan lagi hal baru. Tanggul merupakan 1 dari 3 prasarana trio tata air yang dibutuhkan petani kebun terutama kelapa rakyat yang luasnya mencapai 341.847 hektar. Kebun kelapa di Inhil yang sebagian besar berada di wilayah pesisir dan berada tak jauh dari sungai menjadikan sebagian kebun kelapanya merupakan daerah yang dipengaruhi pasang surut.

Kunci keberhasilan dalam pengembangan perkebunan kelapa  di lahan pasang surut terletak pada pengaturan sistem tata air nya. Permasalahan umum yang terjadi pada kebun-kebun masyarakat yang berada di sekitar sungai biasanya adalah melimpahnya air pasang sehingga memasuki kebun masyarakat.

Melihat hal tersebut sebut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil Sirajuddin melalui Kasi Lahan dan Irigasi Surya menjelaskan bahwa berdasarkan jangkauan air pasang pada kebun kelapa, setidaknya ada 2 tipe lahan yang terluapi oleh air pasang yaitu lahan yang selalu terluapi air pasang, baik pasang besar (spring tide) maupun pasang kecil (neap tide) dan Lahan yang hanya terluapi oleh pasang besar.

"Jadi lahan yang selalu terluapi air pasang ini terdapat pada lahan yang letaknya dekat dari daerah aliran sungai besar yang bermuara langsung ke laut. Ini terdapat pada sebagian besar daerah pesisir Indragiri Hilir. Sedangkan lahan yang hanya terluapi oleh pasang besar biasanya letaknya berada jauh dari sungai besar yang bermuara langsung kelaut. " jelas Surya, Jum'at (19/11).

Meskipun begitu, komposisi kedua tipe lahan ini juga bukan sesuatu yang statis. Ada lahan perkebunan yang 5 tahun yang lalu hanya terendam saat pasang besar tapi hari ini, lahan perkebunan tersebut terendam tak hanya pada saat pasang besar.

Selain itu Surya juga menuturkan Kabupaten Indragiri Hilir diberikan predikat sebagai Negeri Seribu Parit karena memang terdapat banyak parit di Inhil. Parit-parit ini selain sebagai alternatif transportasi juga posisinya membelah kebun-kebun kelapa yang ada di Inhil. Pada siklus pasang, parit-parit ini terisi penuh oleh air pasang. Seiring dengan waktu, air pasang tak lagi mampu ditampung dalam parit-parit tersebut sehingga meluap ke kebun-kebun masyarakat.

Untuk mencegah air masuk ke dalam kebun maka dibuatkanlah tanggul di sisi-sisi kebun sehingga air pasang tidak bisa masuk ke dalam kebun. Posisi tanggul dibuat di sisi parit maupun langsung di sisi sungai besar. Ketinggiannya biasanya berkisar 08-1,3 Meter tergantung kebutuhan dan ketersediaan bahan baku. Dari cara pembuatannya setidaknya dikenal dua macam istilah tanggul di Indragiri Hilir yaitu tanggul manual yang dibuat dengan peralatan sederhana seperti cangkul, linggis dan sejenisnya. Tanggul manual biasanya dibuat untuk ukuran dimensi yang kecil (biasanya tinggi<0,8 meter) kemudian tanggul mekanik yaitu tanggul yang dibuat dengan menggunakan alat berat ekskavator. Penggunaan alat berat ini digunakan untuk membuat tanggul dengan ukuran besar dan letaknya yang langsung berhadapan dengan saluran primer.
"Karena konstruksinya yang sederhana dan terbuat dari tanah, tanggul yang dibuat ini memerlukan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaanya. Hal ini agar umur tanggul yang dibangun relatif agak lama sehingga biaya infrastruktur yang dikeluarkan tidak terlalu besar," ucapnya. (SR)






Tulis Komentar