Temu Bisnis Peluang Investasi Daerah Kabupaten Indragiri Hilir

Penyelenggaraan tersebut dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 19 November 2020 yang juga dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Asisten II, Penanaman Modal Nasional, pihak bisnis yang bakal calon inspirator.

"Alhamdulillah kita dari dinas perkebunan kabupaten Inhil mendapatkan kesempatan untuk memaparkan tentang peluang investasi agro industri yang ada di Kabupaten Inhil," tutur Kadisbun Sirajuddin saat dikonfirmasi langsung KILASRIAU.com, Rabu (25/11).

Lebih lanjut, Kadisbun Sirajuddin ini menuturkan bahwa pemateri yang disampaikan sesuai dengan sektoral perkebunan yang ada di Inhil yaitu kelapa, kelapa sawit, sagu dan pinang. Karena peluang-peluang tersebut dari sisi ketersediaan bahan baku maupun hal yang lainnya itu sangat memungkinkan dilirik pihak investor untuk menanamkan modal di Inhil.

"Maka dari itulah kita melakukan hal ini agar pihak investor dapat langsung terjun atau mensurvai lokasi yang ada di Inhil untuk tanaman perkebunan yang saya paparkan. Terkhusus untuk tanaman perkebunan kelapa karena ini merupakan primadona karena sekitar 70 % masyarakat kita menggantungkan hidupnya dengan kelapa," jelasnya. 

Diketahui bahwa saat ini ad 5 industri pengolahan kelapa di Inhil, untuk investor kelapa sawit di Inhil ada 29, kemudian sagu 25 investor 25 di Inhil dan pinang.

"Tentunya kita berharap kedepannya akan lebih banyak lagi pihak investor yang menanam modal di Inhil untuk mengelola bahan perkebunan khususnya kelapa dan ini juga tidak menutup kemungkinan untuk komoditi yang lain," ucapannya.

Jadi itulah peluang-peluang yang ada di Inhil, dan untuk data nasional kabupaten Inhil mencapai 13% untuk ketersediaan tanaman perkebunan serta melakukan investasi agro industri.

"Maka dari itu ada dua yang kita tawarkan kepada pemerintah pengusaha dan investor yaitu mengelola bahan dengan agro industri dan pembangunan industri perkebunan. Dan harapan kita para investor agar tidak ragu untuk menanam modal di Inhil. 

 






Tulis Komentar