Pengamatan LAPAN, Awal Ramadan1440H Jatuh Pada 6 Mei
KILASRIAU.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengadakan pengamatan hilal dan memprediksi 1 Ramadan 1440 Hijriah akan jatuh pada 6 Mei 2019.
Prediksi ini berdasarkan pada garis tanggal yang dibuat dengan aplikasi Accurate Hijri Calendar (AHC) untuk menentukan hisab (perhitungan) awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 H.
Kepala LAPAN sekaligus anggota tim hisab rukyat Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini para ahli hisab sudah memanfaatkan program atau aplikasi astronomi untuk memprediksi awal Ramadan.
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
"Program atau aplikasi astronomi saat ini sudah banyak, di antaranya bisa diunduh gratis seperti Stellarium. Para ahli hisab sudah memanfaatkannya," jelas Thomas, Ahad (5/5/2019).
Thomas menerangkan garis awal Ramadan 1440 berdasarkan kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah dan NU, ketinggian bulan 2 derajat dan kriteria internasional (Odeh). Ketiga kriteria ini menunjukkan saat maghrib 5 Mei 2019 posisi bulan telah memenuhi kriteria.
Dengan kata lain, secara hisab ditentukan awal Ramadan 1440 jatuh pada 6 Mei 2019. Namun untuk kepastian awal Ramadan masih menunggu hasi sidang itsbat yang akan mengabungkan dengan hasil rukyat pada saat maghrib 5 Mei 2019.
LAPAN menggunakan metode yang menggabungkan hisab, rukyat, dan isbat dalam untuk menentukan awal Ramadan. Hisab merupakan perhitungan matematis dan astronomis posisi bulan sebagai penentu awal bulan pada kalender Hijriyah.
Sedangkan rukyat merupakan aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah proses ijtimak (konjungsi) setelah matahari terbenam karena cahaya yang sangat redup dibandingkan matahari dan ukuran yang sangat tipis.
Rukyat dilakukan setelah terbenam matahari saat bulan di ketinggian 2 derajat, jarak sudut matahari-bulan 3 derajat atau umur bulan 8 jam menggunakan teleskop atau dengan mata telanjang.
LAPAN bersama Kementerian Agama, Jakarta Islamic Center, Ormas, dan komunitas astronomi akan melakukan rukyat (pengamatan) hilal hari ini pukul 16.00 WIB di empat lokasi yakni shelter Nurul Haq Jondul IV, Padang, Pulau Karya, Kepulauan Seribu, kota Garut, dan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN di Pasuruan.


Tulis Komentar