Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kilasriau.com – Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Minggu (6/9/2026).
Operasi pemadaman difokuskan di RT 19 RW 01 Dusun Pematang Sepetai dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta PTPN V.
Kabagops Polres Siak Kompol Ermanto mengatakan, Pihaknya mengerahkan sedikitnya 50 personel untuk memperkuat tim gabungan di lapangan.
- Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang
- Dugaan Selisih 267 Hektare Lahan Eks PT Agro Sarimas, Media Purna Polri Pertanyakan Dasar Panen KSO Agrinas
- Tekan Angka Kecelakaan, Polres Inhil Fokuskan Operasi Patuh pada 10 Pelanggaran Lalu Lintas
- Jangan Berlindung di Balik Profesi Wartawan! Ketua PW-IWO Riau Tegaskan Anggota Terlibat Narkoba Bakal Ditindak
- Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
Delapan unit mesin pompa beserta selang dan berbagai peralatan pemadaman juga turut dioperasikan.
“Personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke areal lainnya. Fokus kami adalah menangani titik yang masih terbakar sekaligus mencegah perluasan,” kata Ermanto.
Penanganan dari darat juga diperkuat dengan empat unit alat berat yang digunakan untuk membuat sekat guna menghambat pergerakan api.
Di saat bersamaan, operasi udara menggunakan helikopter water bombing terus dilakukan untuk menjangkau titik panas dan lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan dari udara.
Menurut Ermanto, water bombing telah dilakukan sejak Sabtu (5/9) siang dan kembali dilanjutkan pada Minggu. Posko lapangan juga telah didirikan sebagai pusat koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan situasi sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
Aspek keselamatan personel turut menjadi perhatian selama operasi berlangsung.
Tim puskesmas disiagakan di lapangan untuk memberikan penanganan medis apabila dibutuhkan, termasuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan seluruh jajaran tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya Karhutla di tengah kondisi yang masih rawan.
Menurut Akmadi, penanganan di lapangan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kebakaran tidak berkembang dan meluas.
Karena itu, Polda Riau dan jajaran terus mengedepankan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, MPA, serta masyarakat.
“Setiap titik yang muncul harus ditangani secepat mungkin. Personel di lapangan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, dibantu water bombing serta alat berat. Prinsipnya, jangan beri ruang bagi api untuk meluas,” ujar Akmadi.
Akmadi sekaligus mengingatkan masyarakat, terutama pemilik kebun maupun warga yang akan membuka lahan untuk pertanian dan perkebunan, agar tidak menggunakan api dalam proses pembukaan lahan.
Ia menegaskan, api yang semula terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terlebih ketika berada di lahan yang kering dan didukung kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Saat ratusan orang harus turun memadamkan api, pencegahan dari masyarakat menjadi sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Akmadi.
Polda Riau juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan di lingkungannya sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.

Tulis Komentar