Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla
Kilasriau.com – Menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Polwan jajaran Polda Riau memaknai momentum tersebut dengan turun langsung mengambil bagian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Di sejumlah wilayah terdampak, Polwan hadir dengan peran yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan. Mulai dari membantu pemadaman hingga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak Karhutla.
Di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan turun menemui masyarakat terdampak. Mereka membagikan masker sekaligus memberikan trauma healing, motivasi dan dukungan psikologis kepada warga.
- Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang
- Dugaan Selisih 267 Hektare Lahan Eks PT Agro Sarimas, Media Purna Polri Pertanyakan Dasar Panen KSO Agrinas
- Tekan Angka Kecelakaan, Polres Inhil Fokuskan Operasi Patuh pada 10 Pelanggaran Lalu Lintas
- Jangan Berlindung di Balik Profesi Wartawan! Ketua PW-IWO Riau Tegaskan Anggota Terlibat Narkoba Bakal Ditindak
- Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan dalam penanganan Karhutla. Sebab, dampak kebakaran tidak hanya berkaitan dengan lahan yang terbakar dan kualitas udara, tetapi juga kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Sementara di Kabupaten Rokan Hilir, Polwan Polres Rokan Hilir mengambil peran berbeda. Para Polwan turun langsung ke lokasi Karhutla di Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan, membantu upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, keterlibatan Polwan tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan peran dari seluruh unsur.
“Di Rokan Hilir, Polwan turun langsung membantu pemadaman. Di Kerumutan, Pelalawan, Polwan hadir mendampingi masyarakat melalui trauma healing dan pembagian masker. Perannya berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” kata Akmadi, Minggu (30/8/2026).
Menurut Akmadi, penanganan Karhutla tidak dapat dilihat hanya dari proses memadamkan api. Ada aspek kemanusiaan yang juga harus mendapatkan perhatian, terutama terhadap masyarakat yang merasakan dampaknya secara langsung.
“Ada masyarakat yang harus kita lindungi dan dampingi. Karena itu, selain pemadaman dan pendinginan, pelayanan kepada masyarakat terdampak juga menjadi bagian penting dari penanganan yang dilakukan,” ujarnya.
Akmadi mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara Polwan Polda Riau memaknai Hari Jadi ke-78 Polwan RI melalui pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Momentum Hari Jadi Polwan kami maknai dengan pengabdian. Ada Polwan yang berdiri bersama personel lainnya menghadapi api di lapangan, ada pula yang hadir mendampingi masyarakat terdampak. Semangatnya sederhana, Polwan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Akmadi.

Tulis Komentar