Festival Merangkai Bunga di Kuala Muda Kecil Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Karya Bernilai Ekonomi
KILASRIAU.COM — Antusiasme masyarakat Kelurahan Kuala Muda Kecil, Kecamatan Seberang Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terlihat tinggi dalam pelaksanaan Festival Merangkai Bunga yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi berbagai karya bernilai seni.
Tahun ini, festival diikuti sebanyak 46 peserta yang menampilkan beragam rangkaian bunga dengan bahan utama yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar.
- Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
- Bupati Inhil Resmikan Objek Wisata Baru Taman Kolam Tiga Putri
- UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional
- Hentikan Polemik, Saatnya Bersama Majukan Wisata Pantai Solop Inhil
- Pantai Solop Diserbu Wisatawan di Hari Raya Ketiga, Tradisi “Lautan Manusia” Kembali Terulang

Bahan-bahan yang digunakan terbilang sederhana, bahkan sebagian selama ini dianggap sebagai limbah dan tidak memiliki nilai ekonomi. Di antaranya kulit buah pinang, mayang kelapa, sisik ikan kakap, kulit lokan, kerang, kulit telur, kulit jengkol, ampas kelapa, styrofoam, limbah timah rokok, kawat hingga plastik bekas.
Ketua Pelaksana Festival Merangkai Bunga, Baharuddin Manaf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang telah meluangkan waktunya untuk bersama-sama menghadiri Maulid Nabi sekaligus Festival Merangkai Bunga ini," ujar Baharuddin.

Menurutnya, Festival Merangkai Bunga merupakan agenda tahunan yang bertujuan mendorong kreativitas masyarakat, khususnya dalam mengolah berbagai limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat.
"Kegiatan ini merupakan agenda tahunan. Kita ingin menumbuhkan kreativitas masyarakat agar limbah rumah tangga tidak hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna dan ke depan memiliki nilai ekonomi," katanya.
Selain dipamerkan, hasil karya peserta dalam festival tersebut juga direncanakan untuk dilelang. Hasil lelang nantinya akan disumbangkan untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan dan keperluan Masjid Darussalam.

Sementara itu, Camat Tembilahan mengapresiasi pelaksanaan Festival Merangkai Bunga tersebut. Menurutnya, kegiatan berbasis kreativitas masyarakat seperti itu dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM.
"Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depan dapat memotivasi masyarakat yang lain untuk melakukan kegiatan serupa, terlebih tidak lama lagi kita akan menyambut MTQ 2028," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan festival pada tahun-tahun mendatang dapat dibuat semakin semarak sehingga tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kalau bisa pelaksanaannya ke depan lebih semarak lagi. Kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan UMKM masyarakat," katanya.
Menurutnya, Festival Merangkai Bunga dengan memanfaatkan limbah rumah tangga memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk hingga tingkat Provinsi Riau.
"Kelurahan Kuala Muda Kecil memiliki sesuatu yang menarik, yaitu Festival Merangkai Bunga dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Ini bisa menjadi potensi yang dipromosikan hingga tingkat provinsi," katanya.
Hal senada disampaikan Lurah Seberang Tembilahan. Ia mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Festival Merangkai Bunga tahun ini dapat berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
"Alhamdulillah, kita telah sukses menggelar Maulid Nabi sekaligus Festival Merangkai Bunga yang memang rutin dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus ditingkatkan sehingga tidak hanya menjadi ajang kreativitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan UMKM, khususnya di wilayah Kelurahan Seberang Tembilahan.
"Kita berharap ke depannya kegiatan ini dapat lebih ditingkatkan lagi dan mampu menambah nilai UMKM masyarakat, khususnya di Kelurahan Seberang Tembilahan," katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Indra Kesuma, turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat dalam festival tersebut.
Menurut Edy, hal menarik dari kegiatan itu adalah kemampuan peserta mengubah berbagai bahan sederhana yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika.
"Ini merupakan kreativitas yang luar biasa. Bahan-bahan yang selama ini kita anggap sebagai limbah ternyata bisa diolah menjadi karya yang memiliki nilai seni dan bahkan memiliki peluang ekonomi," kata Edy.
Ia menilai kreativitas masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kuala Muda Kecil, dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Inhil.
Menurutnya, apabila terus dibina dan dikembangkan, kerajinan berbahan limbah tersebut tidak berhenti sebagai karya perlombaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang memiliki nilai jual dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
"Ini bisa menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lainnya. Jangan melihat limbah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bagaimana kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki daya jual," tegasnya.

Edy juga menilai pemanfaatan limbah rumah tangga melalui kegiatan kreatif memiliki manfaat ganda. Selain menghasilkan karya bernilai seni dan ekonomi, kegiatan tersebut turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan mengurangi limbah yang berakhir di lingkungan.
Festival Merangkai Bunga juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tingginya antusiasme warga dan tamu undangan menunjukkan bahwa kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, budaya lokal, kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Ke depan, Festival Merangkai Bunga di Kuala Muda Kecil diharapkan tidak hanya bertahan sebagai perlombaan tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu identitas dan ikon kreativitas masyarakat setempat.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut berpotensi melahirkan kelompok-kelompok usaha kreatif berbasis pengelolaan limbah. Dengan demikian, kreativitas masyarakat tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi dapat berlanjut menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.

Tulis Komentar