Peringatan Maulid Nabi di Masjid Darussalam, Camat Tembilahan Diingatkan Warga Kuala Muda Kecil Waspada Karhutla
Kilasriau.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Darussalam, Kuala Muda Kecil, Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyusul informasi adanya sekitar 80 titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Inhil.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang turut dihadiri Al-Ustadz Muhammad Irfan Helmi Yani selaku penceramah, Lurah Seberang Tembilahan Barat beserta jajaran, unsur Forkopimcam Kecamatan Tembilahan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Masjid Darussalam, panitia serta jamaah dan masyarakat setempat.
- Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Desa Kayu Raja
- Malam dan Asap Tak Jadi Penghalang, Satlantas Polres Inhil Turun ke Jalan Bagikan 300 Masker
- Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru
- Brimob Polda Riau Gunakan Breathing Apparatus Tembus Asap Karhutla di Kampar
- Bersama Tim, Kapolres Inhu Berjibaku Lakukan Pemadaman dan Pendinginan Kebakaran di Lokasi Tanah Sitaan Negara
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kejujuran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, persaudaraan, menjaga kebersihan serta membangun kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram,” demikian pesan Camat Tembilahan Ari Syuria yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Selasa (25/8/26)
Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan kehidupan masyarakat Indragiri Hilir yang selama ini menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, gotong royong dan saling membantu.
Selain persoalan keagamaan, masyarakat juga mendapat perhatian khusus terkait kondisi lingkungan. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah hotspot di Kabupaten Inhil disebut telah mencapai sekitar 80 titik.
Kondisi itu menjadi perhatian mengingat potensi Karhutla dapat semakin meluas apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini.
Masyarakat pun diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
“Jangan menunggu api menjadi besar. Api kecil harus segera kita padamkan sebelum menjadi bencana,” pesan tersebut.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api kepada pihak kelurahan, kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemadam kebakaran maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Semangat gotong royong, menurut pesan yang disampaikan, harus kembali diperkuat dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Darussalam tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi sosial maupun lingkungan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada Al-Ustadz Muhammad Irfan Helmi Yani atas kesediaannya memberikan tausiah, serta kepada panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kuala Muda Kecil.

Tulis Komentar