Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Riau Siapkan 18 Ribu Pcs Masker dan Oksigen untuk Pelalawan
Kilasriau.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan meminta bantuan 18 ribu pcs masker kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Hal ini karena memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan.
“Pelalawan meminta 18 ribu masker. Saat ini permintaannya sedang kami siapkan untuk dikirim ke sana," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zulkifli, Jumat (21/8/26).
Selain itu, Pemkab Pelalawan juga mengajukan kebutuhan masker oksigen untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan masker oksigen nantinya akan disuplay ke posko-posko penanggulangan melalui pemerintah setempat.
- Kebakaran Hanguskan Enam Rumah di Pulau Kijang, Camat, Kapolsek dan Danramil serta Warga Turun Padamkan Api
- Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
- Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Jalan Budiman Tembilahan
- Api Membakar, Hukum Mengejar: Sepanjang 2026 Polres Inhil Tangani 9 Kasus Karhutla
Memburuknya kualitas udara di Pelalawan saat ini karena dipicu asap dari karhutla yang terjadi di Kecamatan Kerumutan.
Karhutla di wilayah tersebut cukup luas dan berada di kawasan dengan kondisi tanah bergambut. Selain itu, vegetasi hutan yang masih rapat menimbulkan asap yang ditimbulkan cukup pekat.
Pada kesempatan ini, Zulkifli mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak karhutla, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah yang terdampak karhutla. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan masker penting dilakukan sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan akibat asap karhutla, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Disisi lain, Pemkab Pelalawan sendiri saat ini sudah mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar dan tenaga pendidik.
Melalui dinas pendidikan setempat, para pelajar dan tenaga pendidik menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi untuk mengurangi paparan asap.

Tulis Komentar