Atasi Sebaran Aids, TBC dan Malaria, Bupati Inhil Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Kilasriau.com - AIDS, Tuberculosis (TBC) dan Malaria atau disingkat ATM, tiga ancaman penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan global. Upayakan pencegahan dan penanggulangan, Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) pun menggelar pertemuan lintas sektor perkuat koordinasi dan advokasi.
Penguatan Forum Kemitraan ini dibuka resmi Bupati Inhil Herman, pada Rabu (22/7) pagi, di Hotel Harmona Inn. Kegiatan dihadiri Badan Eksekutif Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Pusat, dr. Iskandar Z. Adisapoetra, Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Riau, Ketua TP. PKK Inhil Katerina Susanti Herman, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Inhil, pimpinan OPD, Camat serta pihak terkait lainnya.
Mencegah penyakit menular tersebut dikatakan Bupati Inhil, merupakan upaya menciptakan manusia yang berkualitas. Sejalan dengan langkah strategis nasional demi mencapai target utama Indonesia Bebas Aids, TBC dan Malaria Tahun 2030.
- Polres Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
- Jagung Pipil Terus Dirawat, Polsek Sabak Auh Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
- Kapolres Inhil Dukung Green Policing Lewat Penanaman Pohon
- Kadis PMD Inhil Hadiri Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pencegahan Penanggulangan AIDS, Tuberculosis Serta Malaria
- Dialog Sosial Kunci Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis di PT Indonesia Epson Industry
Dalam mencapai target dimaksud perlunya kerjasama semua pihak, karena ATM menjadi momok di masyarakat, salahsatu yang merisaukan Bupati ialah penyebaran kasus HIV/AIDS.
"Untuk HIV/AIDS ini juga berkaitan dengan fenomena penyimpangan seksual LGBT. Makanya kita larang keras jika ada kegiatan atau wadah yang berkaitan dengan hal tersebut. Mari bersatu kita lawan LGBT, minimal jaga anak dan keluarga terdekat agar tidak terpengaruh pola hidup yang menyimpang," ungkap Bupati Inhil Herman.
Begitula untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC dan Malaria, memerlukan upaya kolaboratif karena penyakit ini erat kaitannya dengan ketidak seimbangan sosial, tingkat kemiskinan dan perilaku masyarakat.
"Karena itu saya harap, forum ini menghasilkan sinergi lintas sektor dan langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan ATM. Susunlah kegiatan yang tepat sasaran dan menjadi solusi yang nyata," tutup Bupati.
Usai dibuka resmi oleh Bupati, kegiatan akan berlangsung hingga tanggl 24 Juli mendatang, demi mempertegas peran lintas sektor dalam mewujudkan kesehatan masyarakat yang kebih baik.

Tulis Komentar