RAT 2025 KUD Tirta Kencana Air Emas: Kinerja Meningkat, Transparansi Ditekankan, Target 2026 Dipasang Lebih Ambisius
SINGINGI (KilasRiau.com) — Koperasi Unit Desa (KUD) “Tirta Kencana” Desa Air Emas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri mayoritas anggota koperasi serta unsur pemerintah, aparat keamanan, dan mitra kerja.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus KUD “Tirta Kencana” H. Ahmad Muklis, S.Pd.I, perwakilan Pemerintah Desa Air Emas, Camat Singingi Saparman, ST, ME, perwakilan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi, unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta Kepala Cabang Bank Mandiri Sungai Sirih.
RAT merupakan agenda tahunan yang menjadi pilar utama dalam sistem pengelolaan koperasi. Forum ini tidak hanya menjadi wadah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, tetapi juga ruang evaluasi terbuka antara pengurus dan anggota dalam menentukan arah kebijakan koperasi ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua KUD “Tirta Kencana”, H. Ahmad Muklis, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa sepanjang Tahun Buku 2025, koperasi berhasil mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya omzet penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi sektor utama usaha koperasi.
Selain itu, koperasi juga dinilai berhasil memperluas jaringan pemasaran, sehingga hasil produksi anggota dapat terserap lebih optimal. Tidak hanya itu, peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota juga menjadi fokus utama yang mulai menunjukkan hasil positif.
“Kita patut bersyukur, koperasi terus berkembang dari tahun ke tahun. Ini bukan hanya kerja pengurus, tetapi hasil kebersamaan seluruh anggota. Saya mengajak 347 anggota yang ada untuk tetap solid dan terus berkontribusi membesarkan koperasi ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Fluktuasi harga komoditas, persaingan pasar, hingga tuntutan profesionalisme pengelolaan menjadi hal yang harus dihadapi dengan kesiapan dan strategi yang matang.
Dalam arahannya, Camat Singingi, Saparman, ST, ME, menegaskan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan anggota terhadap koperasi. Ia mengingatkan agar seluruh pengurus terbuka dalam menyampaikan informasi, khususnya terkait kondisi keuangan, omzet, serta aset koperasi.
“Transparansi adalah fondasi. Jika informasi disampaikan secara terbuka, maka tidak akan ada ruang bagi prasangka atau miskomunikasi. Ini penting untuk menjaga kekompakan,” tegasnya.
Menurutnya, banyak koperasi yang gagal berkembang bukan karena kurang potensi, tetapi karena lemahnya komunikasi dan keterbukaan antara pengurus dan anggota. Oleh karena itu, RAT harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kepercayaan tersebut.
Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kuantan Singingi, Alpian, S.Pd., MM. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi.
“Kami hadir untuk memastikan koperasi berjalan sesuai prinsipnya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Harapannya, KUD seperti Tirta Kencana ini bisa menjadi contoh koperasi yang sehat, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya,” jelas Alpian.
Ia juga mendorong agar koperasi terus berinovasi, baik dalam pengelolaan usaha maupun dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Dalam forum tersebut, laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan disampaikan secara rinci oleh Sekretaris KUD, Efriadi. Laporan ini mencakup kondisi keuangan, arus kas, serta capaian program kerja selama Tahun Buku 2025.
Penyampaian LPJ kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Sejumlah anggota memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan masukan, kritik, serta saran demi perbaikan kinerja koperasi ke depan.
Diskusi berjalan terbuka dan konstruktif, mencerminkan adanya partisipasi aktif anggota dalam mengawal jalannya organisasi. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain optimalisasi harga jual TBS, peningkatan pelayanan administrasi, serta penguatan manajemen internal.
RAT juga menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk penetapan rencana kerja dan anggaran Tahun Buku 2026. Pengurus menargetkan peningkatan omzet, perluasan kemitraan, serta penguatan sistem manajemen yang lebih profesional dan transparan.
Selain itu, koperasi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pelayanan yang lebih baik serta distribusi hasil usaha yang adil.
Kegiatan RAT ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban, menandakan kuatnya ikatan kekeluargaan di antara anggota koperasi.
Dengan terselenggaranya RAT Tahun Buku 2025 ini, KUD “Tirta Kencana” diharapkan semakin solid dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. Semangat kebersamaan, transparansi, dan profesionalisme menjadi modal utama dalam membawa koperasi menuju arah yang lebih maju dan berkelanjutan.*(ald)

Tulis Komentar