Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
Kilasriaucom - Mengajarkan empati kepada anak sangat penting, karena dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, baik dalam berteman, maupun mempersiapkan diri untuk kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Siti Mariyanti S S.Psi CSHt, selaku narasumber pada acara Parenting di RA Khalifa Sungai Salak, Sabtu (18/04/2026).
Kegiatan yang digawangi oleh Orangtua/ Wali Murid Kelas A RA tersebut ini mengangkat tema Psikologi Anak, dengan topik “Empati.”
- Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV
- Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026, Usung Semangat Juang dan Sportivitas
- Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar
- Arungi Sungai, SPPG Inhil Reteh Dapur 1 Salurkan 2.303 Paket MBG ke 21 Sekolah dan 3 Posyandu
- SPPG Pulau Kijang 2 Salurkan 1.370 Paket MBG ke 17 Sekolah dan 1 Posyandu
Tema ini dianggap menarik dan krusial, karena orangtua perlu memahami edukasi tentang pola asuh yang tidak sama dengan zaman terdahulu.
Berjudul Refleks Empati: Melatih Kepekaan Sosial Sejak Dini, menurut Kepala RA Khalifa, Ustadzah Icha Maisyarah S.Pd.I, empati bukan hanya sekedar anak dapat merasa kasihan kepada teman yang terjatuh _(sebagai contoh),_ tetapi anak juga mampu merasakan dan memahami bagaimana rasanya terjatuh, serta membantu temannya.
Dewasa ini, urgensi melatih empati kepada anak usia dini memang sangat dibutuhkan, mengingat zaman yang serba gadget dan pesatnya perkembangan media sosial, di mana anak sering menonton konten-konten singkat, komunikasi satu arah, kurangnya filter dari tontonan tersebut, dan sebagainya, membuat generasi zaman sekarang lebih apatis.
Dalam pertemuan ini pula, Narasumber yang merupakan terapis anak berkebutuhan khusus ini menyebutkan bahwa orangtua maupun guru harus tegas dalam menunjukkan emosi kepada anak, baik ekspresi senang, sedih, marah, agar anak tidak merasa bingung dengan respon orangtua dan guru dalam tindakan benar atau salah yang dilakukan anak.
Di tengah agenda, narasumber juga mengajak orangtua dan guru melakukan _Ice Breaking_ agar suasana tidak terlalu kaku dan tegang.
Usai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab antara orangtua dan guru, dengan narasumber. Untuk diketahui, Parenting ini rutin dilakukan oleh RA Khalifa, sebagai program tahunan, yang dilaksanakan 2 kali tiap 1 semester.
Usai acara, Sang Narasumber mengapresiasi kegiatan ini, ia mengaku bahwa kegiatan ini menjadi inspirasi dan akan diusulkan sebagai program baru di tempat terapinya nanti. (rae)

Tulis Komentar