Mahasiswa Kukerta Navakarsa Kenalkan Cinta Lingkungan Lewat Kegiatan Ecoprint di Teluk Merempan
Kilasriau.com, Teluk Merempan — Mahasiswa Kukerta Navakarsa Universitas Riau melaksanakan program kerja unggulan bertajuk “Ecolab” melalui kegiatan Ecoprint dengan tema “Jejak Alam di Tangan Anak: Kreasi Pembuatan Ecoprint dari Tumbuhan Sekitar”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026 dan bertempat di Perpustakaan Desa Teluk Merempan.
Program Ecolab merupakan kegiatan edukatif dan kreatif yang melibatkan anak-anak di Desa Teluk Merempan dengan tujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
- FEBM UMRAH Gandeng UiTM Malaysia, Dorong Tata Kelola Wisata Senggarang Berbasis ESG Lewat Pengabdian Kolaboratif Internasional
- Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Tinggalkan Program Berkelanjutan Melalui Rekonstruksi Gapura dan Bank Sampah Desa Karya Mulya
- Akselerasi UMKM Pesisir: UMRAH dan UiTM Malaysia Dampingi Pelaku Usaha Olahan Laut Senggarang Lewat Digital Storytelling
- Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
- AMERTARU: Mahasiswa KKN Universitas Riau Bersama Masyarakat Laksanakan Pembagian dan Penanaman 80 Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Air Putih
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memanfaatkan tumbuhan segar di sekitar mereka sebagai media seni ramah lingkungan.
Kegiatan ecoprint diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dan teknik ecoprint yang disampaikan oleh Windy Nurdiansa dan Nelda Wati selaku narasumber.

Windy Nurdiansa menjelaskan bahwa kegiatan ecoprint bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan alam secara kreatif dan ramah lingkungan kepada anak-anak.
"Pada sesi ini, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis daun dan bunga yang dapat digunakan untuk ecoprint, sekaligus diajak mengamati bentuk, tekstur, dan warna alami tumbuhan di lingkungan sekitar, " ujarnya.
Selanjutnya, anak-anak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ecoprint pada media tas kanvas dengan pendampingan dari Mahasiswa Kukerta Navakarsa.
Proses dilakukan dengan menyusun daun dan bunga sesuai kreativitas masing-masing, kemudian dilakukan teknik penekanan dan pemukulan sederhana agar motif tumbuhan tercetak dengan jelas pada tas.

"Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Setiap anak berhasil menghasilkan karya ecoprint dengan motif yang unik dan berbeda satu sama lain. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak bahwa alam dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa harus merusaknya, " Jelasnya.
Melalui program Ecolab ini, Mahasiswa Kukerta Navakarsa berharap dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak melalui karya yang dihasilkan sendiri.
Tas ecoprint yang dihasilkan tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga menjadi kenang-kenangan bermakna dari proses kreatif berbasis lingkungan.

Tulis Komentar