Hampir Sebulan Terputus, Relawan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Bantuan
KILASRIAU.com, LHOKSEUMAWE — Selama 25 hari pasca bencana hidrometeorologi akhir November lalu, sejumlah pegawai Bea Cukai Lhokseumawe tidak hanya menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga mengalami dampak langsung sebagai korban tidak langsung bencana.
Terputusnya akses darat menuju Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah membuat mereka tidak dapat menjangkau orang tua, keluarga, kerabat, hingga para mitra kerja di wilayah tersebut. Setelah akses mulai terbuka secara terbatas, Tim Relawan Kemenkeu Peduli–Bea Cukai Lhokseumawe bersama Kanwil Bea Cukai Aceh akhirnya menyalurkan bantuan ke Bener Meriah dan Takengon (22/12/2025)
Penyaluran bantuan kali ini tidak hanya menjadi misi kemanusiaan, tetapi juga perjalanan emosional bagi para pegawai Bea Cukai Lhokseumawe. Selama lebih dari tiga pekan, sebagian pegawai tidak dapat menjangkau orang tua, keluarga, kerabat, hingga para pengguna jasa Bea Cukai Lhokseumawe di wilayah Bener Meriah dan Takengon akibat terputusnya jalur darat.
- Progres RTLH TMMD 130 Kodim 0314/Inhil Masuki Tahap Pemasangan Jendela dan Pembuatan Teras
- Kejar Target, Satgas TMMD dan Warga Gesa Pengerjaan Sisa MCK dan Sumur Bor di Desa Kuala Lemang
- Pembangunan MCK dan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil di Desa Kuala Lemang Masuki Tahap Finishing
- RTLH TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil di Kuala Lemang Masuki Tahap Finishing, Dapur hingga Pengecatan Rumah Dikebut
- Bupati Inhil Diwakili Asisten I, Dampingi Kunjungan Kerja Anggota Komisi III DPR RI, Salurkan Bantuan Mesin Ketinting untuk Nelayan
Perjalanan menuju lokasi tidak berlangsung mudah. Kondisi jalan yang masih berlumpur, rusak di sejumlah titik, serta penerapan sistem buka tutup menuntut kehati-hatian dan ketahanan fisik tim relawan. Beberapa ruas hanya dapat dilalui kendaraan tertentu, sementara proses perbaikan jalan masih berlangsung dengan alat berat di lapangan.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan misi-misi sebelumnya.
“Selama kurang lebih 25 hari, banyak pegawai kami yang secara fisik dan emosional terputus dari orang tua, keluarga, kerabat, serta para stakeholder Bea Cukai di Bener Meriah dan Takengon. Ketika akses mulai terbuka, penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian institusi sekaligus ikhtiar kemanusiaan dari para pegawai,” ujar Vicky.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil solidaritas dan kepedulian pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan, yang diarahkan untuk membantu warga bertahan di tengah fase tanggap darurat lanjutan dan awal pemulihan pasca bencana.
Menurutnya, keterbatasan akses selama hampir satu bulan turut berdampak pada distribusi logistik, aktivitas ekonomi, dan hubungan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran langsung relawan di lokasi menjadi pesan penting bahwa negara dan institusi tetap hadir, meski dengan segala keterbatasan.
“Perjalanan ini mengajarkan kami bahwa di balik tugas kedinasan, ada nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga. Apa yang kami salurkan mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan, tetapi setidaknya menjadi penguat bagi keluarga, masyarakat, dan para mitra kerja yang selama ini berkontribusi bersama Bea Cukai,” tambahnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat di dua kabupaten tersebut yang sempat terisolasi akibat bencana.

Tulis Komentar