Anak Sehat, SMSI Inhil Dorong Pencegahan Stunting Sejak Dini dengan Susu Gizi Nasional
SMSI Inhil Tekan Stunting Lewat Edukasi dan Susu Ginas
KILASRIAU.com – Bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesehatan anak, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melaksanakan program “SMSI Goes To School” dengan membagikan susu Gizi Nasional (Ginas) di TK Negeri Pembina Tembilahan, Selasa (21/10/2025) pagi.
Kedatangan pengurus SMSI Inhil disambut antusias oleh para guru dan anak-anak TK yang tampak gembira menerima susu bergizi tersebut.
- FEBM UMRAH Gandeng UiTM Malaysia, Dorong Tata Kelola Wisata Senggarang Berbasis ESG Lewat Pengabdian Kolaboratif Internasional
- Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Tinggalkan Program Berkelanjutan Melalui Rekonstruksi Gapura dan Bank Sampah Desa Karya Mulya
- Akselerasi UMKM Pesisir: UMRAH dan UiTM Malaysia Dampingi Pelaku Usaha Olahan Laut Senggarang Lewat Digital Storytelling
- Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
- AMERTARU: Mahasiswa KKN Universitas Riau Bersama Masyarakat Laksanakan Pembagian dan Penanaman 80 Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Air Putih
Ketua SMSI Inhil, Debi Candra Syahriwan, S.Sos, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan SMSI terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir. Dan SMSI Inhil akan mendistribusikan susu gizi Nasional kepada 80.000 siswa.
“Kami ingin berkontribusi nyata. Melalui kegiatan ini, kami harap bisa menumbuhkan kesadaran pentingnya gizi seimbang sejak dini, serta membantu menekan angka stunting di Inhil,” ujar Debi.
Diketahui, Kabupaten Indragiri Hilir masih tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Riau. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau, prevalensi stunting di provinsi ini meningkat dari 13,6 persen pada tahun 2023 menjadi 20,5 persen pada tahun 2024.
Ketua Tim Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, KIE dan Kehumasan BKKBN Riau, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut bukan berarti upaya pemerintah dan mitra tidak berjalan, namun karena faktor penyebab stunting sangat kompleks.
“Kalau dibandingkan tahun 2023, angka stunting Riau memang meningkat dari 13,6 persen menjadi 20,5 persen di tahun 2024. Bukan berarti kita tidak bekerja, seluruh pihak sudah berkolaborasi. Namun fenomena ini seperti gunung es—yang terlihat hanya di permukaan,” jelas Sri, dikutip dari Riaupos.co, Rabu (15/10).
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Tembilahan, Herlinda, S.Pd. Aud mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian SMSI Inhil terhadap anak-anak usia dini.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan SMSI Inhil. Anak-anak senang sekali, dan ini juga menjadi edukasi penting bagi orang tua untuk memperhatikan gizi anak sejak dini,” ungkapnya.

Tulis Komentar