Lawan Hoaks dan Individualisme, Pesan Kunci Gubernur Wahid di Hari Kesaktian Pancasila
KILASRIAU.com - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di SMAN Tuah Kemuning Selensen, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (1/10/2025). Dalam upacara tersebut, Gubernur Wahid membacakan langsung teks Pancasila di hadapan para siswa, guru, dan hadirin.
Momentum tersebut dimanfaatkannya untuk menyampaikan sejumlah pesan penting kepada generasi muda, khususnya para pelajar. Dengan nada yang hangat dan bersahabat, ia mengingatkan pentingnya menyaring informasi di era digital yang sarat hoaks dan pengaruh negatif.
“Adik-adik harus bisa memfilter informasi. Tidak semua yang kalian lihat atau baca itu benar,” ujarnya.
- Kapolres Inhil Pimpin Apel Pengamanan Pawai Malam Takbir Idul Fitri 1447 H Libatkan 258 Personel Gabungan
- Kapolres Indragiri Hilir Bersama Pejabat Utama Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Idul Fitri 1447 H 2026
- Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
- Mudik Tenang Tanpa Cemas, Polsek Tempuling Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga
- Bupati Inhil Tegaskan Penataan SDM Pasca Restrukturisasi OPD Masih Berproses, ASN Diminta Tetap Tenang
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga budaya dan tradisi lokal sebagai benteng menghadapi arus globalisasi yang kerap mendorong sikap individualis dan mengikis semangat gotong royong.
“Sekarang ini banyak yang mulai main sendiri-sendiri. Tolong-menolong dan gotong royong mulai luntur. Kolaborasi adalah jawabannya. Kita harus menghadapi masa depan secara bersama,” tegasnya.
Gubernur Wahid juga memperkenalkan program “Gurindam” atau Gerakan Riau Menanam yang ia gagas sebagai bentuk edukasi lingkungan bagi para pelajar.
“Saya ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter dan cinta lingkungan. SMAN Tuah Kemuning ini saya apresiasi karena sudah punya pohon besar. Ini harus ditiru sekolah lain,” katanya.
Ia menambahkan gerakan penghijauan di sekolah harus dilakukan secara masif agar anak-anak terbiasa menanam, mencintai alam, serta memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Sebagai penutup, Gubernur memberikan motivasi kepada para siswa agar membangun kemandirian sejak dini. “Semangat dan ketekunan adalah modal awal untuk meraih kesuksesan. Jangan manja. Kemandirian dimulai dari sekarang, bukan nanti saat kalian dewasa,” pungkasnya.


Tulis Komentar