YTKK Gelar Penyuluhan Hukum bagi Warga Binaan Vonis Tinggi di Lapas Kelas II A Pekanbaru
KILASRIAU.com — Yayasan Tangan Kanan Keadilan (YTKK) menggelar kegiatan penyuluhan hukum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, Sabtu (2/8/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur YTKK, Adv. Hendra Fahlephi, S.H., M.H., beserta jajaran.
Penyuluhan tersebut mengusung tema “Memahami Hak WBP dalam Mengajukan Upaya Hukum untuk Mengurangi Masa Hukuman di Lapas Kelas II A Pekanbaru”.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman hukum kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya mereka yang divonis tinggi, mulai dari 20 tahun hingga seumur hidup.
- Menuju Pelantikan IKA UNISI 2026–2029, Pengurus dan Panitia Matangkan Persiapan Demi Kebangkitan Alumni
- AMPHIBI Gelar Aksi Serentak Nasional Peringati HUT ke-10, Usung Tema Pelestarian Lingkungan
- Tak Tega Lihat Kampung Halaman Dilanda Ketakutan, Ketua PW IWO Riau Umumkan Sayembara Tangkap Hidup Monyet Peneror
- Perdalam Wawasan Hukum, Sekretaris Diskominfopers Ikuti Diskusi Peran LBH dalam Perlindungan Hak Rakyat
- Kapolda Riau Ajak KKSS Inhil Sukseskan Ekspedisi Merah Putih Presisi, Perkuat Nasionalisme hingga Green Policing
“Penyuluhan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak hukum warga binaan, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum,” ujar Hendra Fahlephi.
YTKK menekankan pentingnya akses bantuan dan konsultasi hukum bagi para WBP agar mereka memiliki kesempatan yang adil dalam mengupayakan pengurangan masa hukuman, serta mendapatkan perlindungan hukum yang layak.
Sebagai pemateri, Adv. Taufik Ismael, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah poin terkait hak-hak hukum WBP serta opsi-opsi upaya hukum yang dapat ditempuh oleh warga binaan, termasuk mereka yang tengah menjalani vonis seumur hidup.
Ia menegaskan bahwa masih terbuka ruang hukum untuk mencari keadilan dan peluang kembali berkumpul bersama keluarga.
Penyuluhan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Sekitar 50 warga binaan dengan vonis berat turut hadir dan aktif mengajukan pertanyaan seputar proses hukum yang dapat mereka tempuh.
Selain bersifat edukatif, kegiatan ini juga menjadi pintu pembuka bagi akses konsultasi hukum, serta penguatan pemahaman atas hak-hak WBP yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Tulis Komentar