Sinergi Pusat dan Daerah: Bappenas dan Investor Dukung Industri Kelapa Inhil
KILASRIAU.com — Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus memperkuat langkahnya dalam mengembangkan sektor hilirisasi kelapa. Dalam upaya percepatan tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi Kelapa bersama perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta calon investor dari Thailand melakukan kunjungan ke Inhil.
Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh Bupati Inhil, H. Herman, yang menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Bappenas dan ketertarikan investor asing terhadap potensi kelapa di daerah yang dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Indonesia itu.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Hilirisasi Kelapa Bappenas dan para calon investor. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong industrialisasi kelapa yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Bupati Herman, Kamis (27/7/25).
- Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Apresiasi Prestasi Kafilah dan Stand Pameran Inhil
- Bupati Inhil Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi
- Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
- Bupati Herman Pimpin Khatam Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Milad ke-61 Kabupaten Inhil
- Bupati Herman Resmi tutup Musabaqah Tilawatil Quran ke-56 Tingkat Kecamatan Kateman
Ia menegaskan bahwa potensi kelapa di Inhil sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan hilirisasi agar mampu memberi nilai tambah ekonomi secara nyata kepada masyarakat, khususnya para petani.
“Kami percaya, kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan investor akan mempercepat terwujudnya ekosistem industri kelapa yang tangguh. Kabupaten Inhil siap menjadi percontohan hilirisasi kelapa nasional,” tegasnya.
Diketahui, luas areal perkebunan kelapa di Inhil mencapai 425.740 hektare, dengan lebih dari 323.000 hektare di antaranya merupakan tanaman yang telah menghasilkan. Produksi kelapa mencapai lebih dari 310.706 ton kopra per tahun, atau sekitar 5,17 juta butir per hari, menjadikan Inhil sebagai wilayah strategis untuk pengembangan industri hilir kelapa.
Bupati Herman juga menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.
"Kami optimis, program hilirisasi ini akan menciptakan dampak ekonomi yang luas. Yang terpenting, petani kelapa kita tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mendapatkan hasil dari proses industrialisasi kelapa," tuturnya.
Sementara itu, dari pihak Bappenas, perwakilan tim hilirisasi menyampaikan bahwa Kabupaten Inhil merupakan mitra strategis dalam pengembangan hilirisasi kelapa nasional. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bappenas berkomitmen memfasilitasi kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pembangunan kawasan industri kelapa terintegrasi di Inhil,” katanya.

Tulis Komentar