Polsek Tanah Merah Gelar Nobar Wayang Kulit Peringati Hari Bhayangkara ke-79
KILASRIAU.com, Tanah Merah — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Tanah Merah mengadakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) pagelaran wayang kulit dengan lakon "Amartha Binangun", Jumat malam (4/7/2025).
Acara berlangsung di Lapangan Tenis Meja PT Pulau Sambu Group, Kuala Enok, dan disiarkan secara live streaming.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam pembinaan rohani dan mental anggota serta pelestarian seni budaya tradisional Indonesia.
- PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, melalui Kapolsek Tanah Merah, IPTU Edi Saputra, SH, menyatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Wayang kulit adalah bagian dari identitas budaya kita. Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmennya dalam menjaga budaya asli Indonesia agar tidak punah di tengah arus modernisasi,” ujar IPTU Edi Saputra.
Sejumlah tokoh dan perwakilan instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasi Kessos Kecamatan Tanah Merah, Ambok Tang (mewakili Camat Tanah Merah), Babinsa Tanah Merah Serka P. Siregar (mewakili Danramil 02 Tanah Merah), Humas PT Pulau Sambu Uddin S, Ketua BPD Desa Tanah Merah Syamsul Anwar, Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Suhu Fe. Mukhlasin, serta anggota Paguyuban Sidolanggeng dan personel Polsek Tanah Merah.
Menurut panitia, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni:
1. Membina spiritual dan mental anggota Polri melalui pendekatan budaya,
2. Menjalin silaturahmi antara Polri dan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,
3. Menumbuhkan kesadaran pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari persatuan bangsa.
Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dilaporkan aman dan kondusif. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendekatan kultural Polri kepada masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali seni pertunjukan tradisional di tengah kemajuan zaman.

Tulis Komentar