Kapal Roro Tiba di Parit 21, Satu Janji Bupati Inhil Terwujud

KILASRIAU.com – Antusiasme masyarakat Parit 21, Tembilahan, memuncak saat kapal Roll-on/Roll-off (Roro) rute Tembilahan–Batam resmi tiba dan bersandar di Dermaga Parit 21 pada Kamis malam (12/6/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.

Momen ini sekaligus menandai akan  segera dilaksanakannya pengoperasian perdana kapal Roro yang sebelumnya melayani rute Guntung–Selat Panjang.

Kehadiran kapal Roro ini merupakan realisasi dari salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman dan pasangannya. Rute Tembilahan–Batam diharapkan membuka konektivitas baru antarwilayah dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir timur Sumatera tersebut.

"Kami terus mengupayakan pengembangan trayek ini. Saya bahkan sudah bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan serta menyampaikan surat resmi kepada Gubernur Riau terkait rencana ini," ujar Bupati Inhil, H. Herman.

Kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Guntung pada Rabu malam (11/6/2025) pukul 23.45 WIB itu dinyatakan masih sangat layak beroperasi berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Menurut Bupati Herman, kehadiran kapal Roro ini adalah langkah strategis untuk menciptakan jalur transportasi laut yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat.

"Rute Tembilahan–Batam ini akan membuka akses baru yang cepat dan ekonomis, serta memberi dampak positif terhadap geliat ekonomi lokal," jelasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi jalur laut ini agar menjadi salah satu poros distribusi barang dan penumpang, sekaligus memperkuat posisi Tembilahan sebagai simpul logistik yang strategis.

Pengoperasian kapal Roro ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir ke-60, menjadikannya simbol komitmen daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap ke depan rute ini semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tambah Herman.

Pemerintah Kabupaten Inhil bersama pihak-pihak terkait akan terus memantau dan mengevaluasi jalur ini guna memastikan layanan yang aman, optimal, dan berkualitas bagi pengguna.

"Saat ini kami masih terus berupaya mendapatkan izin operasional dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia," pungkasnya.






Tulis Komentar