Refleksi 17 Tahun UNISI, Tokoh Agama Inhil Serukan Persatuan dan Kepedulian
KILASRIAU.com – Tujuh belas tahun adalah sebuah momen sakral dalam sebuah perjalanan. Jika bercermin dari kehidupan manusia, usia 17 tahun adalah fase transisi dari remaja menuju kedewasaan, di mana kematangan berpikir mulai tumbuh dan tampak.
Meskipun tidak mutlak dapat dibandingkan dengan usia sebuah institusi, usia ini tetap bisa menjadi bahan perenungan bagi semua pihak. Meski sedikit terlambat, apa yang disampaikan oleh tokoh agama ini layak menjadi pembelajaran bersama.
Tokoh agama Inhil, Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., saat berbincang dengan media ini mengungkapkan bahwa Universitas Indragiri (UNISI) kini telah berusia 17 tahun. Berbagai dinamika telah terjadi di lembaga pendidikan tersebut. Pergantian rektorat dan pengurus yayasan merupakan hal yang wajar dalam sebuah perjalanan institusi.
- FEBM UMRAH Gandeng UiTM Malaysia, Dorong Tata Kelola Wisata Senggarang Berbasis ESG Lewat Pengabdian Kolaboratif Internasional
- Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Tinggalkan Program Berkelanjutan Melalui Rekonstruksi Gapura dan Bank Sampah Desa Karya Mulya
- Akselerasi UMKM Pesisir: UMRAH dan UiTM Malaysia Dampingi Pelaku Usaha Olahan Laut Senggarang Lewat Digital Storytelling
- Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
- AMERTARU: Mahasiswa KKN Universitas Riau Bersama Masyarakat Laksanakan Pembagian dan Penanaman 80 Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Air Putih
Namun, belakangan ini dinamika yang terjadi dirasakan cukup berbeda. Jika tidak diselesaikan dengan arif dan bijaksana, hal ini dikhawatirkan akan menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indragiri Hilir.
“Semua pihak harus duduk bersama, baik dari pihak rektorat maupun para dosen. Mari kita pecahkan perbedaan dengan mengedepankan rasionalitas. Utamakan kemajuan Inhil. Pikirkan nasib mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di UNISI. Jangan sampai ego masing-masing mengorbankan generasi muda Inhil,” harapnya.
Sejarah panjang UNISI tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh sentral Inhil seperti almarhum H. Indra M. Adnan, H.M. Rusli Zainal, dan tokoh-tokoh lainnya. Kehadiran mantan Gubernur Riau dua periode tersebut dianggap penting dalam membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi UNISI saat ini.
“Dalam situasi seperti ini, kita butuh sosok tokoh sentral yang dapat mengayomi dan dihormati semua pihak untuk menjadi penengah. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.
Terakhir, Dr. Ali Azhar mengajak semua pihak untuk berpikir jauh ke depan dengan melepaskan kepentingan pribadi atau kelompok. Ia menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Inhil, salah satunya melalui kemajuan UNISI, tempat di mana putra-putri daerah menimba ilmu.
“Selamat Milad UNISI ke-17. Semoga semakin berjaya, gemilang, dan mampu melahirkan generasi emas 2045,” tutupnya. (rls)

Tulis Komentar