Tingkatkan Kapasitas Pengawasan, Bea Cukai Aceh Gelar Pelatihan Handheld X-Ray
KILASRIAU.com, Banda Aceh — Dalam upaya memperkuat fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh menggelar pelatihan penggunaan Handheld X-Ray Videray PX Ultra dan MTP selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Mei 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh pegawai yang bertugas di lini pengawasan, dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh dan salah satu perusahaan kargo di Banda Aceh.
Handheld X-Ray Videray PX Ultra & MTP merupakan alat pemindai canggih berukuran ringkas yang memungkinkan deteksi visual secara real-time terhadap isi suatu objek tanpa membukanya.
- PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Keunggulan perangkat ini terletak pada portabilitas tinggi, resolusi gambar yang tajam, serta kemampuan menembus berbagai jenis material seperti plastik, logam ringan, hingga kemasan berlapis.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh atas penggunaan alat ini, tidak hanya dari sisi teknis, namun juga analisis hasil pemeriksaan.
“Para peserta pelatihan tidak hanya dituntut untuk mampu dan paham mengoperasikan alat, namun juga dituntut untuk lebih bisa melakukan analisa atas hasil pemindaian. Ini penting untuk memastikan efektivitas pengawasan di lapangan,” tegas Safuadi.
Perangkat ini akan digunakan untuk mendukung tugas Bea Cukai dalam mengawasi barang-barang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia, khususnya di area yang sulit dijangkau oleh alat x-ray konvensional seperti bagasi kecil, paket ekspres, hingga kendaraan pribadi.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pegawai dapat mengoperasikan perangkat tersebut secara optimal dan profesional, serta semakin sigap dalam menjalankan fungsi community protector di wilayah Aceh.

Tulis Komentar