Kanwil Bea Cukai Aceh Lakukan Monitoring Penerimaan di KPPBC TMP C Meulaboh: Wujudkan Akuntabilitas dan Integritas Menuju WBBM
KILASRIAU.com, Meulaboh — Dalam rangka memastikan optimalisasi dan akurasi penerimaan negara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh melaksanakan kegiatan monitoring penerimaan tahun anggaran 2025 di KPPBC TMP C Meulaboh. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 23 April 2025, dan merupakan bagian dari upaya rutin pengawasan kinerja penerimaan di lingkungan DJBC.
Tim monitoring yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Asral Efendi, bersama Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Neni Nurshanti, serta Pelaksana Pemeriksa, Bobby Hartanto Sinaga, melakukan evaluasi terhadap realisasi penerimaan serta meninjau kesiapan sistem pelaporan dan akuntabilitas kinerja pada unit kerja terkait.
Selain fokus pada aspek teknis dan administratif, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja. Dalam setiap rangkaian kegiatan monitoring, tim dari Kanwil Bea Cukai Aceh secara aktif menyampaikan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
- PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Kanwil Bea Cukai Aceh dalam mengawal pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dengan semangat MATA IE (Maju, Tangguh, Inovatif, Efisien), seluruh jajaran diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menumbuhkan budaya kerja yang bersih dari korupsi dan penyimpangan.
Monitoring penerimaan ini juga memperkuat sinergi antara kantor wilayah dan kantor pelayanan dalam mengamankan penerimaan negara serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi DJBC.

Tulis Komentar