Masyarakat Pagar Puding Lamo Butuh Uluran Tangan Pemerintah
KILASRIAU.com - Pantauan langsung media ini di lapangan menunjukkan semangat luar biasa generasi muda di Desa Pagar Puding Lamo dalam menuntut ilmu agama Islam.
Namun, semangat tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana. Madrasah Nurul Falah, tempat mereka belajar, masih kekurangan dua ruang kelas.
Selain itu, belum tersedia kursi dan meja yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Meski demikian, para guru dan murid tetap semangat tanpa mengeluh, terus berjuang menegakkan pendidikan agama demi menerangi desa mereka.
- PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Saat dikonfirmasi, pengurus madrasah, Husni, menjelaskan bahwa seluruh dokumen legalitas, termasuk sertifikat tanah dan izin operasional, telah lengkap. Mereka siap menerima bantuan dari pemerintah untuk pembangunan fasilitas yang lebih layak.
"Kami kasihan melihat anak-anak yang begitu bersemangat memperjuangkan agama Islam. Kalau pendidikan agama mereka kuat sejak kecil, insya Allah akhlak dan adab mereka juga terbentuk dengan baik. Jika nanti mereka ingin melanjutkan ke pesantren, mereka sudah siap karena pondasi ilmu agama sudah diajarkan sejak dini," ujar Husni.
Masyarakat Dusun Kembang Tanjung, Desa Pagar Puding Lamo, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, baik dari tingkat desa maupun Kabupaten Tebo, demi mendukung kelangsungan pendidikan agama di daerah mereka.

Tulis Komentar