Produksi Kelapa Inhil Anjlok, Gubri Abdul Wahid Tegaskan Jangan Ada Lagi PHK di Perusahaan
KILASRIAU.com - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menanggapi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di PT Sambu Grup, salah satu perusahaan pengolahan kelapa terbesar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Ia menyebutkan bahwa penurunan produksi kelapa secara drastis menjadi penyebab utama persoalan ini.
"PHK PT Sambu di Inhil, saya lihat memang ada penurunan jumlah produksi. Karena memang rata-rata ada trek," ujar Gubri Abdul Wahid, di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur, Kota Pekanbaru, Selasa (8/4/2025).
Menurutnya, kondisi "trek" atau masa tidak berbuah yang dialami oleh tanaman kelapa tahun ini cukup parah. Di Indragiri Hilir, sebagai sentra kelapa nasional, produksi kelapa disebut menurun hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
- Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra: Tanaman Jagung Warga Berkembang Baik dan Terawat
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Sabak Auh Cek 1 Hektare Lahan Jagung Pipil di Siak
- Kapolsek Pelangiran Tinjau Perkembangan Tanaman Kacang Tanah di Rotan Semelur, Pastikan Tumbuh Optimal
- Polsek Pelangiran Tanam Jagung 1 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026 di Inhil
- Peresmian Sentra UMKM Dekranasda Inhil Hebat, Bupati Berharap Jadi Ruang Bagi Para Pelaku UMKM Untuk Menampilkan Produk Terbaiknya
"Jadi tahun ini sangat trek buah kelapa di Indragiri Hilir ya, itu mencapai 50 persen. Biasanya produksi kalau satu hektare itu umpamanya 10 ribu, sekarang produksinya tinggal 5 ribu bahkan di bawah itu," jelasnya.
Diungkapkan, fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino turut memperparah kondisi ini, di samping faktor usia tanaman yang sudah tua dan rusaknya lahan akibat instrusi air laut. Ia menambahkan, sebagian besar petani di Inhil masih menggunakan sistem pertanian tradisional yang kurang adaptif terhadap perubahan iklim.
"Nah, saya minta semoga ini tidak berlangsung lama, mungkin karena El Nino atau masalah lainnya kita enggak tahu. Masyarakat juga masih tradisional, perlu peremajaan kelapa-kelapanya yang sudah tua dan akibat instruksi air laut," ungkapnya.
Diterangkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan instansi terkait untuk segera mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Program peremajaan tanaman kelapa disebut sebagai salah satu prioritas penanganan.
"Nah saya sudah bicara juga dengan Dinas Perkebunan dan dinas terkait, saya minta ada penanggulangan," ungkapnya.
Tak hanya fokus pada aspek pertanian, Gubri juga menyoroti sisi ketenagakerjaan. Ia menegaskan PT Sambu agar tetap menjaga keberlangsungan operasional perusahaan meskipun produksi sedang menurun, agar tidak berdampak besar pada karyawan dan ekonomi lokal.
Gubernur Abdul Wahid berharap perusahaan bisa bertahan di tengah kondisi ini, sembari pemerintah berupaya mengatasi permasalahan di tingkat hulu.
"Saya minta kepada PT Sambu untuk tetap beroperasi supaya tidak ada pemutusan kerja." tegasnya.

Tulis Komentar