Pantau Bendungan Bilibili, Wapres Yusuf Kalla Perintahkan Reboisasi Hutan
KILASRIAU.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rombongan mengunjungi Bendungan Bilibili, di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada pukul 13.00 Wita, Minggu (27/1/2019).
Jusuf Kalla didampingi sejumlah menteri, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.
JK terlihat memantau situasi Bendungan Bilibili termasuk debit airnya.
- Kebakaran Kerap Berulang Tiap Tahun, BPBD Riau Ingatkan Warga Payung Sekaki Waspada
- Uang Kebersihan Rutin Ditarik, Tumpukan Sampah Bau Busuk Malah Dibiarkan DLH!
- Sat Lantas Polres Inhil Patroli Jl. Terusan Mas-Parit 21, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan C3
- Kapolda Riau Bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Cegah Karhutla di Rumah Runding Kabupaten Bengkalis
- ISPU Inhil Tembus 311, Kapolres Donny: Kurangi Aktivitas di Luar dan Gunakan Masker
Dari data yang dihimpun debit air Bendungan Bibili sudah di bawah normal setelah sebelumnya dinyatakan waspada hingga sirene bendungan dibunyikan sebagai pertanda peningkatan status dari waspada menjadi siaga.
"Tinggi bukaan pintu diturunkan menjadi 0,5 meter. Elevasi Waduk Bilibili berada di angka +99.41. Volume Waduk Bilibili saat ini berada di angka 257.96 juta meter kubik, dan inflowsekitar 94.93 meter kubik per detik, serta outflow sekitar 95.00 meter kubik per detik," kataKepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, Teuku Iskandar.
Setelah melakukan pemantauan, Wapres Kalla menggelar pertemuan tertutup bersama sejumlah menteri, gubernur, bupati, dan langsung meninjau sejumlah titik longsor.
"Hasil pertemuan tadi di mana ada program yang sifatnya jangka panjang yakni hutan yang gundul akan direboisasi kembali dan ini harus tidak boleh tidak," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.
Bencana longsor di sejumlah titik yang memicu dibukanya Pintu Air Bendungan Bilibili mengakibatkan air Sungai Jeneberang meluap dan menenggelamkan sejumlah permukiman penduduk di Kabupaten Gowa, Maros, Kota Makassar, dan Kabupaten Jeneponto pada Selasa, (22/1/2019), serta menimbulkan puluhan korban jiwa.
Di Kabupaten Gowa, total korban jiwa akibat bencana ini mencapai 45 orang. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang.

Tulis Komentar