Dalam Rangka Dukung Ketahanan Pangan, Polda Riau Gelar Coffee Morning Bersama Perusahan Sawit
KILASRIAU.com - Dalam rangka mendukung Asta Cita Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Polda Riau menggelar kegiatan Coffee Morning Dalam Rangka Mandatory Polda Riau Bersama Perusahaan Sawit di Aula Tribrata Lt 5 Mapolda Riau, Selasa (4/2/2025).
Dalam kegiatan itu dipimpin oleh Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. dan dihadiri oleh Para PJU Polda Riau, Para Kapolres/ta Jajaran Polda Riau, Kadis Perkebunan Prov. Riau, Kadis Pertanian Prov. Riau, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Prov. Riau, Sekretaris DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Riau, dan Ketua Umum DPP APKASINDO.
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan semangat kita men-support program ketahanan pangan yaitu penanaman jagung seluas 1, 2 juta hektar seluruh Indonesia.
- Kabag Kesra Inhil Tegaskan Dukungan terhadap Polri di Bawah Presiden RI
- Camat Enok Lantik Pj Kades Sungai Ambat, Kadis PMD Inhil Tekankan Tata Kelola Desa yang Akuntabel
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
"Dalam Swasembada pangan jagung ini kita menargetnya seluas 130.000 hektare ", ujar Irjen Iqbal.
Lanjut Kapoda Riau, kita ingin ini juga dibebankan kepada penanggung jawab bidang rekrutmen personil, kita merekrut Bintara Bintara Polri baru berkompetisi khusus yang punya kemampuan bidang pertanian. Maka dari itu kami menggugah hati dan jiwa bapak untuk masyarakat bangsa negara untuk membantu kami.
" Kami tidak bisa kerja sendiri, tanpa kolaborasi kelompok tani Pemuda Tani dan teman-teman perusahaan ", ungkap nya.
Maka dari itu, sambung Jenderal bintang dua ini, semua harus bergerak bersama dan berkolaborasi untuk mencapai target yang kita harapkan. Dan adapun teknis pencapaian dibagi menjadi 4 (Empat) tahap masing-masing tahap 25% dari target lahan yang ditentukan.
" Dan hal ini penting guna persiapan proses produksi terkait penyiapan benih, pupuk, pestisida, dan hilirisasi ", pungkas Irjen Iqbal.

Tulis Komentar