Pertemuan Perencanaan Eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Indragiri Hilir
KILASRIAU.com - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan perencanaan untuk penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang berlangsung di Hotel Harmona, Jumat (30/8). Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai eliminasi ATM pada tahun 2030 melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir.
Acara ini dibuka oleh Penjabat Bupati Erisman Yahya yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir, H. TM Syaifullah, serta didampingi oleh Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Riau, Zainal Arifin. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen stakeholder terkait di daerah tersebut.
Ketua Adinkes Riau, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Indragiri Hilir. “Kami berencana menyusun anggaran APBD untuk disalurkan ke seluruh desa di Kabupaten Indragiri Hilir guna mendukung upaya pencegahan penyakit ATM,” ujar Zainal Arifin.
- Kepemimpinan Baru Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi ke Polres, Kejari, dan Denpom
- Lembaga Adat Melayu Riau Tetapkan 23 Februari Hari Ekosistem
- Kemendagri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Inflasi Inhil Capai 6,38 Persen
- Meluruskan Disinformasi Skema Pembiayaan dan “Keuntungan” Mitra SPPG
- Lestarikan Budaya Melayu, 11 Ribu Personel Polda Riau Pakai Tanjak dan Selempang Tiap Jum'at
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir, TM Syaifullah, menyatakan bahwa penyakit ATM masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. “Kasus AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir masih menunjukkan peningkatan yang perlu segera ditangani,” jelasnya.
Lebih lanjut, TM Syaifullah berharap pertemuan ini dapat menghasilkan strategi dan langkah-langkah percepatan pengendalian ATM. “Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat menyusun strategi yang efektif agar target eliminasi penyakit di 'Negeri Seribu Parit' dapat tercapai dengan lebih cepat,” tambahnya.


Tulis Komentar