Masjid Nurul Ikhsan Sembelih 12 Ekor Hewan Kurban

KILASRIAU.com  - Sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT, jamaah Masjid Nurul Ikhsan menyembelih 12  ekor hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 H. Penyembelihan hewan kurban berlangsung di halaman masjid di Jalan Irkab, RT 002/RW 005, Kelurahan Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai, Senin (17/6/2024).

Pantauan di lapangan, proses penyembelihan kurban berjalan lancar. Terlihat masyarakat yang sudah dibentuk kepanitiaan saling membantu untuk menyembelih hewan kurban hingga proses pemotongan daging kurban menjadi beberapa bagian.

"Alhamdulillah, tahun ini kami menyembelih 10 ekor sapi dan dua ekor kambing. Panitia telah mendistribusikan 320 kupon kurban kepada peserta kurban dan masyarakat," ujar Ketua Masjid Nurul Ikhsan, Dr Muhammad Harris Kampay MPd.

Harris menyebutkan, Idul Adha erat kaitannya dengan dua hal, yakni ketaatan dan pengorbanan sebagaimana representasi dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

"Jadikan ini sebagai momentum untuk merekatkan kebersamaan, gotong royong, dan wujud syukur atas segala rezeki yang telah Allah SWT berikan untuk sekolah ini sekaligus membawa semangat baru untuk terus beramal sholeh," ucap Harris.

Ibadah kurban, lanjut Harris, juga telah menyadarkan umat Islam untuk komitmen membangun persaudaraan dan rasa peduli terhadap sesama. Kurban adalah sebuah amalan ibadah kepada Allah SWT yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas yang membutuhkan.

"Kurban juga harus menjadi cermin bagi semua umat Islam untuk terus memupuk kepedulian terhadap sesama. Jangan menafsirkan ibadah qurban itu hanya menyembelih hewan, membagikan, dan makan daging. Tetapi ibadah ini harus dimaknai sebagai lompatan bagi kita untuk terus melakukan kebaikan dalam segala hal," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Nurul Ikhsan, AKBP (Purn) Nazaruddin Siregar menjelaskan, kegiatan pemotongan hewan kurban di moment Idul Adha setidaknya terkait pada dua aspek yaitu spriritual dan sosial. Secara Spiritual, kegiatan ini adalah bentuk ketaqwaan dalam menjalankan syariat Islam.

"Sedangkan secara sosial, kegiatan ini tentunya adalah bentuk kita saling berbagi kasih kepada yang membutuhkan. Sehingga harapannya dapat melepaskan dinding pemisah antara mereka yang berkecukupan dengan mereka yang membutuhkannya agar terjalin silahturahmi dan ukhuwah islamiyah," ucap Nazaruddin.






Tulis Komentar