Menteri AHY Kenalkan Sertifikat Elektronik di Pekanbaru

KILASRIAU.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja di Provinsi Riau pada Jumat-Sabtu, 31 Mei-1 Juni 2024. Ini merupakan kunjungan kerja pertamanya di Pulau Sumatra.

Setelah mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peresmian jalan tol, AHY melanjutkan kunjungan ke kantor BPN Kota Pekanbaru. Dalam kunjungan ini AHY melakukan peluncuram sekaligus implementasi layanan sertifikat elektronik tanah yang berlaku mulai hari ini di Kota Pekanbaru, Jumat (31/5/2024).

AHY menyerahkan 12 Sertipikat Tanah Elektronik. Sertipikat tersebut terdiri dari 5 sertipikat Barang Milik Daerah (BMD), 5 sertipikat Barang Milik Negara (BMN), dan 2 Sertipikat Hak Milik perorangan.

Di hari yang sama, Menteri AHY juga akan menyerahkan sertifikat tanah hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada 42 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Penyerahan sertifikat akan dilakukan secara door to door ke rumah warga di kawasan tersebut.

Di Kantor BPN, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN), AHY disambut antusias oleh para pegawai yang ada di Kantor BPN Kota Pekanbaru. AHY terlihat mengenakan kemeja putih, tiba di Kantor BPN Pekanbaru pada pukul 13.50 WIB dan langsung dipasangkan tanjak berwarna biru dan corak emas.

AHY meninjau setiap loket dan bertanya tentang semua layanan yang ada di Kantor BPN Pekanbaru. Sosok AHY yang tegap dan berwibawa menjadi sorotan bagi para staf pegawai dan masyarakat, yang sedang berada di kantor beralamat di Jalan Naga Sakti tersebut.

Kehadiran AHY menjadi magnet dan banyak yang meminta untuk berfoto bersama. "Bagaimana pelayanannya? Sehari bisa berapa masyarakat yang dilayani?," kata AHY saat meninjau loket pelayanan.

Kepala Kantor BPN Kota Pekanbaru Dr Doni Syafrial mengatakan, layanan sertifikat elektronik tanah mulai diimplementasikan hari ini di Pekanbaru. Langkah ini bertujuan memperkenalkan masyarakat pada transisi dari sertifikat tanah analog berwarna hijau menjadi sertifikat elektronik yang lebih aman dan efisien.

Doni menjelaskan, meskipun beralih ke sertifikat elektronik, sertifikat fisik masih tetap ada. Sertifikat fisik ini jadinya lebih praktis, hanya satu lembar terdiri dari halaman depan yang berisi data yuridis dan halaman belakang yang memuat data fisik tanah beserta gambarannya.

Untuk menjamin keamanan sertifikat elektronik, akan diterapkan fitur keamanan dari Peruri. Sertifikat ini menggunakan "secure paper" dengan berbagai fitur keamanan. Pemegang hak juga akan menerima sertifikat dalam format PDF, yang dapat diakses melalui aplikasi 'Sentuh Tanah' di playstore. Sertifikat elektronik ini berbasis NIK dan dilengkapi dengan QR code.

“Sertifikat lama tetap berlaku sampai proses alih media selesai. Pemilik dapat datang ke kantor BPN untuk melakukan proses ini,” jelas Doni. sampai proses alih media selesai. Pemilik dapat datang ke kantor BPN untuk melakukan proses ini,” jelas Doni.






Tulis Komentar