Kadisbud Riau Raja Yoserizal Zen Hadiri Acara Rayo Onom
KILASRIAU.com - Kadisbud Riau Raja Yoserizal Zen Hadiri Acara Rayo Onom di Baserah Kabupaten Kuansing yang dilaksanakan hari ini, Rabu (17/04/2024).
Serangkaian kegiatan yang dikuti antara lain pelepasan rombongan Datuk Penghulu serta arak-arakan sampek-sampek dan kunjung Rumah Godang empat suku di kenegerian Koto Tuo Baserah, hingga menyaksikan pertunjukan silat di Balai Pisah.
Apresiasi yang tinggi ia sampaikan mewakili PJ Gubri dan Kadisbud Riau.
- Kabag Kesra Inhil Tegaskan Dukungan terhadap Polri di Bawah Presiden RI
- Camat Enok Lantik Pj Kades Sungai Ambat, Kadis PMD Inhil Tekankan Tata Kelola Desa yang Akuntabel
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
“Banyak warisan budaya yang ada di Koto Tuo Baserah, salah satunya Buah Golek yang sedang kami lakukan kajian dan pendokumentasiannya di momen ghayo onom ini,” ungkap Raja Yose kepada media.
Kadisbud juga menegaskan bahwa perlu komitmen antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pelestarian objek budaya dalam memelihara nilai-nilai penting yang melekat dalam setiap peristiwa kebudayaan yang dilakukan.
“Diperlukan keseriusan dari pemkab Kuansing untuk memberi penguatan kepada karya budaya yang ada di masyarakat Kuansing, khususnya budaya yang terancam punah,” tambahnya lagi seraya berharap Disparbud Kuansing segera mendaftarkan Buah Golek dan Sampek-Sampek Rayo Onom untuk pengakuan warisan budaya tak benda secara nasional.
Dikatakannya lagi bahwa pentingnya pelindungan kepada sejumlah karya budaya bukan saja menjadi kepentingan komunitas atau pemangku adat. Namun diperlukan keberpihakan pemerintah agar ekosistem kebudayaan dapat terwujud secara patut.
“Kebudayaan yang kita pahami adalah kebudayaan yang dinamis, sesuai dengan kondisi masyarakat pendukungnya. Namun untuk mewariskan nilai-nilai kearifan lokal menjadi tanggungjawab semua pihak yang berkaitan. Sehingga ekosistem kebudayaan tercipta dan mengokohkan keberlangsungan nilai budaya ke masa depan,” ujarnya menutup komentarnya.

Tulis Komentar