Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur di Wisma Jaya Beda Kronologi, Kok Bisa ?

KILASRIAU.COM, Tualang – Kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Wisma Jaya Jalan Indah Kasih, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Di dapati kejanggalan yang awak media temukan, di temukan adanya keterangan yang berbeda dari kronologi yang disampaikan, antara kronologi yang di sampaikan Polsek Tualang beberapa waktu lalu dengan kronologi yang di sampaikan oleh Satpol PP Siak, Minggu (03/12/2023).

Beberapa waktu lalu Kompol Arry Prasetyo, SH.MH, menyampaikan bahwa kejadian pencabulan itu terjadi di salah satu Wisma Jaya, Jalan Indah Kasih, Kelurahan Perawang.

“Mereka datang bersama ke wisma menggunakan KTP pelaku untuk menyewa kamar,” kata Adi Susanto, Rabu (15/11/2023).

Lanjut Adi, dari keterangan pelaku diketahui bahwa biaya sewa kamar sebesar Rp 100 ribu dan disalah satu kamar di Wisma Jaya Perawang, pelaku R melakukan perbuatan persetubuhan kepada L yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu sebanyak tiga kali. Di kutip dari beberapa media yang memberitakan.

Di perkuat lagi dengan kesaksian Narasumber yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa pelaku dan korban sama sama datang ke Wisma jaya dan memesan kamar.

"Mereka berdua sama sama datang ke wisma jaya dan memesan kamar," ungkapnya, Sabtu (02/12/2023).

Di sisi lain awak media meminta konfirmasi lanjutan dari Satpol PP siak terkait tindakan sanksi dan hukuman terhadap pelanggaran tersebut, yakni menerima tamu yang bukan suami istri dan masih di bawah umur. Winda selaku Sekre Satpol PP Siak melalui via whatsapp mengatakan, setelah melalui pemeriksaan tidak di temukan pelanggaran, Rabu (22/11/2023).

" Itu kan peristiwa pidana, melalui pemeriksaan kami menurut keterangan saksi (resepsionis) pada saat si tamu itu cek-in dia datang berdua bersama laki-laki bukan anak di bawah umur tapi menggunakan Ktp, ada pun yang bertamu kemudian itu di luar dari kendali mereka", ucapnya.

" Tidak ada pelanggaran Perda, izinnya lengkap cuman dalam hal ini yang bersangkutan ada keteledoran nya karna satpam nya tak ada cctv nya tak ada hanya kurang lengkap saja, makanya kita tegaskan kepada yang bersangkutan untuk melengkapi itu agar tidak terulang lagi", tutupnya.






Tulis Komentar