Dugaan Kecurangan Pemilu: Pergantian Kalapas Picu Keberatan dari Anggota DPR RI Gerindra
KILASRIAU.com - Keberatan muncul dalam rapat kerja Komisi III DPR RI ketika anggota fraksi Gerindra, Wihadi Wiyanto, mengungkapkan dugaan kecurangan pemilu terkait serentetan pergantian Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas). Dalam dialog dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, Wihadi menyuarakan keraguan terhadap motivasi di balik pergantian seluruh Kepala Lapas menjelang Pemilihan Umum.
"Pertanyaannya sekarang, ada apa ini dekat-dekat pemilu, Kalapas diganti semua," ucap Wihadi.
Wihadi menduga adanya pakta integritas yang dibuat oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) kepada seluruh Kalapas, dengan tujuan memenangkan calon tertentu pada Pemilu mendatang.
- Ikbal Sayuti Kembali Pimpin PPP Riau Periode 2025–2030, Terima SK Langsung dari Ketua Umum
- Bupati Inhil Resmi Buka PKP Kader Loyalitas DPC PKB
- DPC PDI Perjuangan Inhil Gelar Rapat Perdana Pengurus Periode 2025, Perkuat Soliditas dan Siapkan Program Kerakyatan
- Sekjen DDII Sambangi PPP Riau, Bahas Politik sebagai Jalan Pengabdian Umat
- Adakan Konferensi Cabang, Adinaputera Kembali Ditunjuk Menjadi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Lingga Priode 2025-2030
"Saya melihat di sini memungkinkan terjadi kalau di Lapas," tegas Wihadi.
Keyakinan Wihadi didasarkan pada pengamatan bahwa di seluruh Lapas terdapat TPS Khusus, di mana semua petugas pemungutan suara adalah sipir.
"Artinya itu gak perlu nyoblos, yang nyoblos sipir aja itu bisa," ungkapnya.
Wihadi menekankan bahwa Lapas memiliki tingkat kerentanannya sendiri untuk disalahgunakan guna mendulang suara dari para warga binaan. Meskipun belum ada bukti konkret, pernyataan tersebut menciptakan ketidakpercayaan terhadap integritas proses pemilu di dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini memunculkan kebutuhan untuk memastikan bahwa pemilu berlangsung tanpa intervensi di berbagai sektor, termasuk di dalam penjara.


Tulis Komentar