SMAN 1 Sentajo Raya Laksanakan IHT Persiapan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2023/2024
SENTAJO RAYA, KUANSING - Dalam rangka Persiapan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2023/2024, SMAN 1 Sentajo Raya Taja 'In House Training' (IHT), yang diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan di Aula Karumantiang SMAN 1 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Senin (19/06/2023).

Tahun ajaran baru nanti, bulan Juli 2023 akan hadir di sekolah tingkat SMA/MA/SMK Provinsi Riau sistem pembelajaran dengan kurikulum Merdeka Belajar Merdeka Mengajar. Yang mana, sebelumnya di SMAN 1 Sentajo Raya masih memakai metode dan model pembelajaran pada kurikulum 2013.
- Puluhan GBD Inhil Adukan Nasibnya ke DPRD Komisi IV
- Mahasiswa UNRI Minta Kasus Tewasnya Siswa MTsN Diusut Tuntas
- Tingkat Kualitas Pendidikan, Bupati Inhil Resmikan TK Negeri Pembina Kecamatan Concong
- Bupati Inhil Hadiri MoU & PKS UIN Suska Riau Dengan Kepala Daerah Se Prov. Riau Serta FGD Penempatan KKN Mahasiswa UIN Suska Riau
- Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Buat Pojok Baca dan Lakukan Rekapitulasi Pustaka di Perpustakaan Tuah Cemerlang
Hal demikian disampaikan Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Helmaheri, M.Pd, didampingi Ketua Literasi SMAN 1 Sentajo Raya dan Jurnalis Sekolah, Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd, pada kegiatan 'In House Training', tersebut.
Helmaheri mengatakan, fungsi dan tujuan pelaksanaan kegiatan IHT ini adalah persiapan kegiatan untuk menghadapi pembelajaran, misalnya perangkat dan teknis tahun ajaran baru.

Jika perangkat selesai untuk pembelajaran, maka pembelajaran di kelas mendapat gambaran yang jelas. "Mari bersama kita lakukan perubahan-perubahan di dunia kerja kita," begitu dikatakan Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Helmaheri, M.Pd.
"Persiapan ini harus dilakukan agar ketika masuk sekolah kita sudah siap dengan hal proses pembelajaran," kata Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Helmaheri, M.Pd, menegaskan.
Sementara, Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Drs. Suryadi. M.Si yang juga hadir dalam giat itu, sekaligus membuka acara IHT tersebut, menerangkan bahwa kurikulum yang digagas Mentri Pendidikan Kebudayaan RI, Nadim M. Karim adalah kurikulum Merdeka Belajar dan Mengajar.

"Yaitu, kurikulum yang memiliki orientasi pembelajaran kepada peserta didik. Sehingga minat dan bakat peserta didik akan terarah dengan bidang yang dilaksanakan. Tentunya dengan dukungan fasilitas sekolah juga," begitu ungkap Drs. Suryadi, M.Si.
Ketua Literasi SMAN 1 Sentajo Raya dan Jurnalis Sekolah, Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd juga mengatakan, bahwa persiapan pembelajaran tahun pelajaran 2023/2024 di SMAN 1 Sentajo Raya dengan menaja IHT ini menghadirkan Narasumber Mashuri, M.Pd dari Widyaswara Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

"Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Karumantiang SMAN 1 Sentajo Raya ini dipersiapkan oleh Bidang Kurikulum, Indrawati, S.Pd (Wakil Kurikulum) dan Randes Oktazen, S.Pd (Sekretaris Kurikulum)," Ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd yang juga sebagai Ketua Majelis Lembaga Seni Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuantan Singingi.
Perlu diketahui bahwa materi 'In House Training' persiapan pembelajaran dapat mencakup berbagai aspek yang relevan dengan persiapan yang perlu dilakukan sebelum memulai proses pembelajaran.
Berikut adalah beberapa topik yang dapat dibahas dalam pelatihan tersebut:
1. Analisis kebutuhan pembelajaran: Melakukan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran, target audiens, konteks pembelajaran, dan sumber daya yang tersedia. Hal ini penting untuk merancang pendekatan dan strategi pembelajaran yang tepat.
2. Desain instruksional: Membahas prinsip-prinsip desain instruksional yang efektif untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang terstruktur dan efisien. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan tujuan pembelajaran yang spesifik, pemilihan metode pembelajaran yang sesuai, pengaturan waktu yang tepat, dan penentuan evaluasi pembelajaran yang relevan.
3. Materi pembelajaran: Membahas cara mengembangkan materi pembelajaran yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Ini meliputi pemilihan dan penyusunan konten, penggunaan multimedia, dan penyajian materi yang menarik dan mudah dipahami.
4. Teknologi pembelajaran: Memperkenalkan berbagai teknologi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Ini termasuk penggunaan platform pembelajaran online, alat kolaborasi, video pembelajaran, atau alat lain yang mendukung interaksi dan pengalaman belajar yang beragam.
5. Evaluasi pembelajaran: Membahas metode evaluasi yang efektif untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran. Ini mencakup penggunaan tes, tugas proyek, penilaian berbasis kinerja, atau bentuk evaluasi lain yang sesuai dengan konten pembelajaran.
6. Pengelolaan kelas dan keterlibatan peserta: Membahas strategi pengelolaan kelas yang efektif dan teknik untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Ini meliputi penggunaan pendekatan yang berpusat pada peserta, mengelola diskusi, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan membangun suasana belajar yang positif.
7. Pengembangan keterampilan pengajar: Mengidentifikasi keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi pengajar yang efektif. Ini dapat mencakup kemampuan presentasi, keterampilan komunikasi, kemampuan beradaptasi dengan peserta yang beragam, dan kemampuan untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif.
8. Rencana pelaksanaan pembelajaran: Membahas langkah-langkah praktis yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah sesi pembelajaran. Ini termasuk perencanaan jadwal, pengaturan ruang, pengorganisasian materi pembelajaran, dan manajemen logistik lainnya.

9. Etika dan profesionalisme: Menekankan pentingnya etika dan profesionalisme dalam lingkungan pembelajaran. Ini mencakup isu-isu seperti keadilan, penghargaan terhadap keragaman, penghormatan terhadap proses pembelajaran yang dilalui.(*)


Tulis Komentar