Hut Imigrasi ke - 73, Kanim Kelas II TPI Tembilahan Menyusuri Sungai dan Jalan Setapak Datangi Masyarakat Yang Ingin Buat Paspor

Saat tim Kanim Kelas II TPI Tembilahan melakukan kegiatan jemput bola. Sumber foto Instagram Imigrasi Tembilahan)

Kilasriau.com -- Baru-baru ini Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tembilahan melaksanakan suatu kegiatan di suatu daerah wilayah kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lebih tepatnya desa Beringin Mulya Kecamatan Teluk Belengkong, Inhil.

Pelaksana tersebut merupakan salah satu upaya Kanim Kelas II TPI Tembilahan agar masyarakat bisa lebih muda dalam pembuatan paspor.

Untuk itu, Kanim Kelas II TPI Tembilahan melakukan kegiatan jemput bola sesuai dengan surat edaran dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Inti dari surat tersebut adalah memerintahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Imigrasi di Indonesia untuk melakukan jemput bola pelayanan paspor kepada masyarakat.

Selain itu, diketahui juga bahwa nim Kelas II TPI Tembilahan juga merayakan Hari Bakti Imigrasi ke - 73, artinya ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan hut Imigrasi.

Kilasriau.com dari akun Instagram @Imigrasi_Tembilahan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka menyemarakkan Hari Bakti Imigrasi ke - 73, Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan edaran kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Imigrasi di Indonesia untuk melakukan jemput bola pelayanan paspor kepada masyarakat.

Jadi, atas dasar edaran tersebut Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tembilahan tidak mau melewatkan kesempatan sehingga langsung melakukan layanan keimigrasian berupa pelayanan pembuatan paspor pada masyarakat yang sangat jauh jarak tempuh nya dari Kanim Tembilahan, Sabtu (14/01/22).

Imigrasi Tembilahan melakukan jemput bola ke Desa Beringin Mulya Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk menuju tempat ini tim dari Kanim Tembilahan harus melewati sungai menuju Desa Pelangiran, lalu dilanjutkan dengan jalan darat menggunakan kendaraan sepeda motor menyusuri jalan setapak sekitar satu jam. Total jarak tempuh waktu 3-4 jam.

“Dengan adanya layanan jemput bola ini masyarakat sangat puas dan senang karena rata-rata masyarakat yang dilayani adalah usia yg sangat rentan dan lansia sehingga mereka tidak sulit dan tetap sehat dalam melakukan aktivitas mengingat jarak tempuh dan medan yang sangat sulit untuk dilalui, sehingga masyarakat sangat bangga Imigrasi semakin peduli dan dekat dengan masyarakat yang ada di desa, khususnya desa mereka,” ungkap Irwanto, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanim Tembilahan.

Hal senada juga disampaikan Puju Mhd. Jahari Sitepu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau bahwa, rasa syukur atas masa pengabdian yang panjang tidak melulu harus ditunjukkan dengan pesta porta, melainkan dengan cara memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

"Saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil jajaran yang bersedia melewari
sungao dan jalan setapak untuk memberikan
pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Saya
harap UPT Keimigrasian lainnya tidak mau kalah dan menunjukkan kineeja terbaiknya," kata Puju Mhd. Jahari Sitepu, saat mengomentari postingan tersebut.

Untuk diketahui pada layanan permohonan paspor kali ini, rata-rata masyarakat yang melakukan permohonan pembuatan paspor adalah masyarakat yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umroh, besar harapan masyarakat program program seperti ini dapat terus dilakukan dan diberikan kepada masyarakat. **






Tulis Komentar