Lion Air Mati Listrik di Medan, 24 Penumpang Sempat Turun dari Pesawat
MEDAN, KILASRIAU.com - Pesawat Lion Air JT-309 rute Medan-Jakarta sempat mengalami gangguan pada sistem kelistrikan, Minggu (18/11). Akibatnya, penumpang yang sudah berada di dalam pesawat memilih turun dan kembali ke terminal Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat Boeing 737-900ER dengan nomor registrasi PK-LHH itu membawa 209 penumpang dewasa, tiga anak-anak, lima balita, dan tujuh awak pesawat. Saat itu, semua penumpang sudah berada di dalam pesawat.
"Ketika proses penumpang masuk ke pesawat selesai dan posisi pesawat masih di landas parkir (apron), sekitar pukul 20.07 WIB tiba-tiba Ground Power Unit (GPU), perangkat yang menyediakan sumber energi pesawat ketika berada di darat mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem listrik pada kabin pesawat terganggu," kata Danang dalam keterangannya, Senin (19/11).
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
Akibat masalah itu, pesawat mengalami penundaan keberangkatan. Sebagian penumpang akhirnya memutuskan untuk turun dari pesawat dan kembali ke terminal Bandara Kualanamu.
"Terdapat 24 penumpang meminta untuk kembali menuju ruang tunggu terminal. Sementara penumpang lainnya masih berada di dalam kabin," imbuh dia.
Teknisi pesawat kemudian memperbaiki perangkat GPU yang mengalami gangguan. Danang mengatakan, tim teknisi memutuskan untuk mengganti GPU dan kondisi pesawat kembali normal. Pesawat lalu terbang ke Jakarta pada pukul 21.27 WIB dan sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 23.22 WIB.
"Lion Air sudah memfasilitasi sesuai permintaan 24 penumpang antara lain melakukan pengembalian dana (refund), pindah penerbangan lain (transfer) dan perubahan jadwal berangkat (reschedule) menurut aturan yang berlaku," tutur dia.
Danang memastikan pihaknya sudah memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) kepada penumpang sesuai berdasarkan ketentuan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
"Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu," ucap dia.

Tulis Komentar