Berikut Kesaksian Kasman, Selamatkan Suami Istri Saat Mobil Tercebur ke Laut di Pelabuhan Merak
Kilasriau.com, - Sebuah mobil tercebur di dermaga dua Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten saat hendak menaiki kapal pada Jumat (23/12/2022) malam.
Salah satu saksi mata yang juga ikut menolong korban, Kasman mengatakan, mulanya hanya bagian depan kendaraan yang tenggelam sesaat setelah mobil tercebur ke laut.
Mobil sempat terombang-ambing di pinggir KMP Shalem. Saat itu, terdapat dua orang yang masih terjebak di dalam mobil.
- Monyet Diduga Stres dan Bekas Peliharaan, Camat Tembilahan Minta BKSDA Segera Bertindak
- Ketua PW IWO Riau Resmi Hentikan Sayembara Tangkap Monyet Liar, Penanganan Diserahkan ke Tim Ahli Demi Keselamatan Warga
- Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 10 Orang, Tim Gabungan Sisir Permukiman Gunakan Perahu Karet
- Delapan Warga Jadi Korban Gigitan Monyet Liar, Damkar Inhil Turunkan 15 Personel Lakukan Pencarian
- Polres Inhil Evakuasi Penemuan Jenazah di Sungai Kubur, Hasil Pemeriksaan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Petugas gabungan pun langsung terjun ke laut untuk menolong mereka.
"Saya langsung lompat, awalnya suami keluar duluan masih sadar, ketika saya tanya ada lagi apa masih ada orang di dalam? Masih ada istri," kata Kasman kepada wartawan, Sabtu (24/12/2022).
Dalam kondisi gelap, dia berupaya menarik anggota tubuh korban yang masih terjebak di dalam mobil.
"Saya langsung liat ke dalam meski gelap, tapi masih keliatan tangannya, saya tarik ke atas," ujar Kasman.
Sejumlah petugas membantu membukakan pintu agar korban dapat keluar.
Saat itu, kata Kasman, kedua korban dalam kondisi selamat meski tubuhnya lemas dan kedinginan karena mobil mulai tenggelam hingga penuh terisi air.
"Kalau suaminya masih sadar masih bisa keluar sendiri, tapi istrinya sudah lemas dan memang badannya berat sehingga butuh tenaga ekstra," kata dia.
Petugas membawa para korban ke mobil ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit Krakatau Medika, Cilegon.
"Langsung dibawa ambulans, ke rumah sakit sama polisi," ucap dia.
Saksi lainnya, Bripka Hasanudin mengatakan, mengetahui adanya mobil tercebur secara refleks langsung terjun ke laut untuk menolong korban.
Sebelum terjun, dia dibekali peralatan penyelamatan seperti life jaket, tali, hingga handuk.
“Jadi pada saat itu posisi mobil masih di permukaan air dan masih mengambang," kata Hasanudin.
Proses penyelamatan sempat terkendala cuaca dan ombak laut yang lumayan kencang.
Sebelumnya, sebuah mobil pribadi tercebur ke laut diduga karena pintu kapal tidak terkunci.
"Posisi mobil Daihatsu silver di atas ram door mau ke Kapal Feri Shalem, saat mau naik, tali di kapal melebar sehingga side rem tidak lagi menempel di kapal," kata Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/12/2022) malam.

Tulis Komentar