Kementerian Investasi Tawarkan 22 Proyek Dalam PPI dengan Nilai Total Rp 37,32 Triliun
Kilasriau.com, - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan 22 proyek investasi dalam Peta Peluang Investasi (PPI) Prioritas Startegis 2022 dengan total nilai investasi sebesar Rp 37,32 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, penyusunan PPI prioritas akan berdampak positif terhadap pertumbuhan realisasi investasi karena dapat mempermudah pelaksanaan promosi investasi.
"Kalau dulu kita melakukan promosi, itu selalu mengarang bebas karena kita tidak mempunyai papper plan yang jelas. Sekarang Alhamdulillah dengan Kementerian Investasi melakukan program untuk melakukan detailing terhadap potensi investasi apa saja yang akan kita lakukan di daerah, itu lengkap dengan FS (feasibilty study)," ujarnya saat peluncuran PPI 2022, Jumat (16/12/2022).
- Ditanya Soal Dugaan Pungli Piket, Kadinkes Inhil Tak Merespons
- Perkuat Konektivitas di Sumatra Selatan, Hutan Karya Siap Fungsionalkan Tol Palembang-Betung Seksi 1-2
- Bupati dan Ketua TP PKK Inhil Satukan Langkah, Selaraskan Program 2026
- Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026
- Inhil Perkuat Kesiapan Pengamanan Mudik, Dukung Penuh Operasi Ketupat 2026
Proyek PPI 2022 yang siap ditawarkan ini berada di 13 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Banten.
Adapun 22 proyek prioritas strategis 2022 ini terdiri dari 11 proyek berbasis sumber daya alam dan 11 proyek berbasis industri manufaktur.
Pasalnya, saat ini pemerintah tengah fokus mengembangkan sektor hilirisasi, tapi tidak hanya untuk komoditas tambang saja tetapi juga pangan.
"Sudah saatnya sekarang kita harus meninggalkan cara-cara lama, harus kita melakukan proses penambangan dengan memperhatikan lingkungan. dan juga adalah bagaimana pengusaha-pengusaha atau investor yang masuk ini harus berkolaborasi dengan teman-teman pengusaha daerah dan UMKM," jelasnya.
Bupati Kupang Korinus Masneno menambahkan, dengan adanya PPI 2022 ini maka potensi yang dimiliki oleh daerah dapat dikelola secara skala ekonomi yang cukup baik dalam rangka memenuhi kebutuhan nasional.
Untuk itu, dia bilang, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen memberikan kemudahan baik dari perizinan maupun penyediaan lahan untuk investasi.
"Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini dan PPI kemudian bisa terus dipromosikan oleh Kementerian Investasi sehingga investasi jangan hanya di Indonesia Barat lah. Datang ke Indonesia Timur karena di Indonesia Timur banyak mutiara-mutiara yang bisa digali untuk membangun Indonesia semakin terpandang," kata Korinus.
Sebagai informasi, kegiatan penyusunan PPI ini sudah dimulai oleh Kementerian Investasi/BKPM sejak tahun 2020 .
Sebanyak 47 proyek investasi berkelanjutan telah diluncurkan senilai Rp 155,12 triliun dengan 4 sektor proyek investasi berkelanjutan yang ditawarkan, yaitu sektor pariwisata, kawasan ekonomi, industri, dan infrastruktur yang tersebar di 33 provinsi.


Tulis Komentar