Obat Gagal Ginjal Didatangkan Dari Singapura, Ternyata Ini Penyebab Riau Tak Terima Distribusi Obat
KILASRIAU.com, - Pemerintah telah mendatangkan obat penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal (Cedera Ginjal Akut/AKI). Obat itu didatangkan dari Singapura
Obat yang dimaksud bernama Fomepizole (injeksi) tersebut belum ada di Indonesia, dan hanya ada dari produsen di Singapura. Pemerintah sendiri telah memesan sebanyak 200 vial.
- Bupati Inhil Terima UHC Awards 2026, Cakupan Jaminan Kesehatan Tembus 98 Persen
- Wabup Inhil Pimpin Rapat Rencana Kerja Percepatan Penurunan Stunting 2026
- Ketua Karang Taruna Tembilahan Hulu: Jika UHC Hilang Jadi Bukti Langkah Mundur ke Belakang
- Ultimatum DPRD dan Pemda Inhil Terkait UHC, Muhammad: Jangan Sampai Seperti di Nepal
- Ketua DPD APPSI Inhil Serukan Pentingnya UHC, Tolak Penghapusan Program dan Dorong Masuk APBD
Obat antidotum Fomepizole injeksi untuk pengobatan pasien gagal ginjal akut progresif atipikal itu didistribusikan kepada daerah yang terdapat pasien AKI. Karena itu, dipastikan obat tersebut tidak didistribusikan untuk Provinsi Riau, sebab di Riau belum ditemukan kasus AKI.
“Untuk di Riau, obat itu (Fomepizole) belum di drop karena belum ditemukan kasus di sini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zainal Arifin, Rabu (26/10/2022).
Zainal mengatakan, untuk sementara obat gagal ginjal akut tersebut hanya di distribusikan oleh Kementerian Kesehatan kepada rumah sakit yang merawat pasien AKI.
"Kalau di Riau kan belum ada kasus. Memang sebelum ada satu pasien yang diduga suspek (gagal ginjal akut), namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata bukan," terangnya.
Karena itu, lanjut Zainal, obat tersebut untuk sementara hanya di distribusikan di daerah yang terdapat kasus gagal ginjal akut.
“Tapi kalau memang ada nanti ada untuk daerah yang tidak ada kasus, pasti kami akan mendapat informasi itu," pungkasnya.

Tulis Komentar