Balita 2 Tahun Tewas Dirumahnya Akibat Menghirup Uap BBM Pertalite
Kilasriau.com - Balita berusia 2 tahun meninggal dunia diduga akibat menghirup uap BBM jenis Pertalite dalam kondisi sedang tidur. Perisiwa ini terjadi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Sabtu (15/10/2022) dini hari.
Sementara kedua orang tua korban masing-masing Suherman dan Musbandia dinyatakan selamat. Namun mereka harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nagan Raya AKP Machfud mengatakan, korban balita dinyatakan meninggal oleh dokter Puskesmas Alue Bilie.
"Korban balita ini diduga meninggal dunia akibat menghirup BBM Pertalite yang diduga bocor dari tempat penyimpanannya," ujar Machfud, Sabtu (15/10/2022) malam.
Kronologi kejadian bermula saat ayah korban, Suherman membeli BBM jenis Pertalite sebanyak 60 liter di SPBU Gunong Cut untuk dijual secara eceran di depan rumah.
Setiba di rumah, BBM Pertalite tersebut disimpan dalam kamar kosong yang berjarak sekitar 5 meter dari ruang tamu. Pada Jumat malam, ayah dan ibu serta balita tersebut tidur di ruang tamu sambil menonton televisi.
Dini harinya, Suryaningsih adik dari ibu balita mencium aroma BBM Pertalite yang menyengat, Sabtu (15/10/2022) pukul 02.30 WIB.
Karena mencium bau BBM menyengat, adik kandung ibu korban menuju ke ruang tamu untuk membangunkan sang kakak. Ketika itu dia melihat ketiganya telah mengeluarkan busa dari dalam mulut. Suryaninsih lalu berteriak meminta tolong kepada warga lainnya.
Dengan teriakan tersebut, warga kemudian membawa pasangan suami istri dan balita tersebut ke Puskesmas Alue Bilie. Setiba di Puskemas, sang balita dipastikan dalam kondisi tidak bernyawa
Sementara kedua orang tuanya dilarikan ke RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kondisi kedua orang tua balita sudah mulai membaik. Mereka juga melihat proses pemakaman sang puteri di desa setempat," ucapnya.


Tulis Komentar