Pria Yang Dikira ODGJ Ngamuk, Karena Ibunya Meninggal Hingga Ancam Warga Dengan Samurai Dan Celurit
Kilasriau.com - AS (50), pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk gegara ibunya, Sofiah (75) meninggal. Amukan AS sambil menghunus samurai dan celurit itu membuat warga Kampung Sudimampir RT 03/18, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), panik.
Mereka khawatir jadi korban amukan pria yang diduga mengalami depresi tersebut. AS menolak warga memulasara jenazah ibunya. Dia membawa senjata tajam, mengusir warga yang melayat.
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
"Tadi yang bersangkutan (AS) sempat ngamuk dan membawa-bawa senjata tajam sambil mengancam warga dan petugas yang akan mengamankannya," kata Camat Padalarang Dudi Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (4/10/2022).
Dudi Supriadi menyatakan, berdasarkan informasi, ibu kandung AS meninggal dunia pada Selasa (4/10/2022) sekitar pukul 10.30 WIB. Hal tersebut yang diduga membuat kondisi kejiwaan AS kembali terganggu, sehingga mengamuk.
Bahkan warga dan petugas sempat kesulitan untuk mengamankan pelaku dan mengurus jenazah ibunya. Petugas dari Polres Cimahi, Polsek Padalarang, Pemadam Kebakaran, dan BPBD, juga diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan yang bersangkutan.
Pelaku AS berusaha melawan dan mengancam siapa pun yang hendak masuk ke rumahnya, termasuk terhadap anggota kepolisian. "Jadi memang yang bersangkutan ini terkadang mengamuk tapi kadang sikapnya biasa-biasa saja. Hanya mungkin karena ibunya meninggal jadi dia mengamuk," ujar Dudi Supriadi.
Setelah berupaya keras, tutur Camat Padalarang, akhirnya jenazah Sofiah berhasil dibawa dan dimakamkan warga. Namun AS tetap memgamuk sambil mengacungkan samurai dan celurit kepada warga dan petugas.
Akhirnya petugas kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur ke kaki kanan AS, karena dia sempat melukai seorang anggota kepolisian dengan batu. "Baru petang tadi setelah magrib, AS berhasil diamankan oleh petugas dan kini sedang menjalani perawatan di RS Cahya Kawaluyan, Kota Baru Padalarang, untuk diperiksa kejiwaannya," tuturnya.


Tulis Komentar