BPOM Pekanbaru Uji Coba Jajanan Yang Menyebabkan 18 Siswa Keracunan di Inhil
Kilasriau.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru saat ini tengah melakukan ujicoba terhadap sampel jajanan yang diduga menyebabkan 18 siswa
Sekolah Dasar (SD) 005 di Desa Pungkat, Kabupaten Inhil, keracunan makanan. Kepala BPOM Pekanbaru Yosef Dwi Irwan mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Loka POM di Inhil, untuk penanganan sudah sesuai prosedur yang ada.
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
“Sampel yang dicurigai sebagai penyebab keracunan saat ini sedang dalam proses pengujian di BBPOM Pekanbaru,” jelas Yosef, Rabu (14/9/2022).
Selanjutnya, jelas Yosef, sebagai bentuk pengawasan, BPOM telah melakukan pemeriksaan sarana, sampling dan pengujian produk yang telah mendapatkan izin edar.
Yosef menjelaskan, dalam hal ini pelaku usaha (produsen, importir, distributor dan retail) wajib mengimplementasikan cara produksi pangan olahan yang baik dan cara peredaran pangan olahan yang baik untuk jaminan mutu dan keamanan pada setiap tingkatan.
Karena itu, nantinya apabila berdasar pengawasan post market ditemukan ketidaksesuaian maka dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan turunkan tim untuk menelusuri ke tingkat distributor, sembari menunggu hasil pengujiannya,” ungkap Yosef.
Sebelumnya, pada Senin pagi (12/9/2022) sebanyak 18 murid mengalami keracunan makanan. Dimana mereka mengalami mual-mual dan pusing. Beruntung seluruh korban langsung ditangani di Puskesmas Simpang Gaung.


Tulis Komentar