Diduga Karena Mengonsumsi Jajanan Permen,14 Siswa dan Siswi Alami Keracunan
KILASRIAU.com - Diduga karena mengonsumsi jajanan permen yang di beli disekitar sekolahnya 14 siswa dan siswi mengalami keracunan makanan.
Kepala Desa Pungkat Zacki Hasan Al Indragiri, S.H membuat video penjelasan terkait dengan informasi tersebut.
Didalam video itu Kepala Desa Pungkat menjelaskan bahwa, setelah di inventarisir total siswa dan siswi tersebut meningkat menjadi 18 orang yang keracunan makanan.
- Jangan Berlindung di Balik Profesi Wartawan! Ketua PW-IWO Riau Tegaskan Anggota Terlibat Narkoba Bakal Ditindak
- Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
- Atasi Kesulitan Air Bersih, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Kejar Pembangunan MCK di Kuala Lemang
- Ketua RT 22 Tamrani Buka Suara! Hasil Investigasi Media di Parit 9, Kabel dan Meteran Listrik Warga Disebut Masih Utuh
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia WALHI Riau Ancam Ruang Hidup, Warga Riau dan Kepri Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Serta PSN
"Dengan gejala mual-mual, pusing, keseluruhannya sudah di tangani oleh tim medis dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pungkat," sebut Kepala Desa di dalam video tersebut.
Selanjutnya kata Kepala Desa Pungkat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Simpang Gaung, dan tim Puskesmas Simpang Gaung juga sudah datang ke Desa Pungkat untuk memeriksa langsung kondisi para siswa dan siswi yang keracunan tadi.
"Untuk saat ini tidak ada gejala berat, hanya saja tadi mengalami gejala mual-mual, pusing, dan setelah di lakukan tindakan medis alhamdulilah untuk saat ini siswa dan siswi kembali beraktivitas normal," katanya lagi.
Ia mengajak kepada seluruhnya untuk terus memantau perkembangan anak-anak tersebut hingga kondisi para siswa dan siswi ini betul-betul pulih seperti sedia kala.
"Sama-sama kita pantau kedepannya perkembangan anak-anak tadi mudah-mudahan tidak terjadi dampak yang begitu luas lah, dan ini juga sudah ditangani oleh tenaga medis," tukasnya.
Kondisi 'korban' saat ini sudah kembali normal, sample makanan yang diduga sudah dibawa Dinas Kesehatan untuk uji lab.
"Namun Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Puskesmas masa observasi selama 24 jam, jadi tetap kita pantau perkembangan terkini para siswa/i," pungkasnya.**

Tulis Komentar