Diduga Karena Mengonsumsi Jajanan Permen,14 Siswa dan Siswi Alami Keracunan
KILASRIAU.com - Diduga karena mengonsumsi jajanan permen yang di beli disekitar sekolahnya 14 siswa dan siswi mengalami keracunan makanan.
Kepala Desa Pungkat Zacki Hasan Al Indragiri, S.H membuat video penjelasan terkait dengan informasi tersebut.
Didalam video itu Kepala Desa Pungkat menjelaskan bahwa, setelah di inventarisir total siswa dan siswi tersebut meningkat menjadi 18 orang yang keracunan makanan.
- Polsek Tempuling Bersama Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Hotspot di Tanjung Pidada
- Inhil Siaga Darurat Karhutla, Kalaksa R. Arliansah Perintahkan Tim TRC Pantang Pulang Sebelum Api di Tempuling Padam
- Personel Polsek Tempuling Laksanakan Pendinginan Titik Hotspot di Tanjung Pidada Meski Tengah Berpuasa
- Gerak Cepat Personel Polres Inhil dan Polsek Concong Dalam Bantu proses Padamkan Kebakaran
- Satpolairud Polres Indragiri Hilir Laksanakan Program JALUR Bersih Pantai/Sungai
"Dengan gejala mual-mual, pusing, keseluruhannya sudah di tangani oleh tim medis dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pungkat," sebut Kepala Desa di dalam video tersebut.
Selanjutnya kata Kepala Desa Pungkat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Simpang Gaung, dan tim Puskesmas Simpang Gaung juga sudah datang ke Desa Pungkat untuk memeriksa langsung kondisi para siswa dan siswi yang keracunan tadi.
"Untuk saat ini tidak ada gejala berat, hanya saja tadi mengalami gejala mual-mual, pusing, dan setelah di lakukan tindakan medis alhamdulilah untuk saat ini siswa dan siswi kembali beraktivitas normal," katanya lagi.
Ia mengajak kepada seluruhnya untuk terus memantau perkembangan anak-anak tersebut hingga kondisi para siswa dan siswi ini betul-betul pulih seperti sedia kala.
"Sama-sama kita pantau kedepannya perkembangan anak-anak tadi mudah-mudahan tidak terjadi dampak yang begitu luas lah, dan ini juga sudah ditangani oleh tenaga medis," tukasnya.
Kondisi 'korban' saat ini sudah kembali normal, sample makanan yang diduga sudah dibawa Dinas Kesehatan untuk uji lab.
"Namun Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Puskesmas masa observasi selama 24 jam, jadi tetap kita pantau perkembangan terkini para siswa/i," pungkasnya.**


Tulis Komentar