Dua Desa di Sukabumi Diterjang Longsor Dan Banjir Hingga Malam Hari
Kilasriau.com - Longsor dan banjir menerjang dua desa yang berada di wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/9/2022). Bencana itu terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi turun sejak pukul 16.00 WIB hingga malam hari.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi mengatakan, akibat bencana tersebut sejumlah fasilitas umum terkena dampak longsor dan banjir. Selain itu, seluas 19 hektare sawah kuga teredam banjir sehingga terancam gagal panen.
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
"Di Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, bencana banjir terjadi di Kampung Cikiwul RT 024/007, merendam 3 hektare sawah. Lalu di Kampung Cibogo RT 022/007, merendam sawah 5 hektare dan 2 kolam ikan," ujar Dadi kepada MNC Portal Indonesia.
Selanjutnya, ujar Dadi, banjir juga terjadi di Kampung Cikaler RT 021/005, merendam 6 hektare sawah, lalu di Jalan Cigerewong merendam 5 hektare sawah dan badan jalan kabupaten, dan di Kampung Cijulang RT 009/004, merendam Masjid Al-Hidayah.
"Selain banjir, di Desa Cijulang juga terjadi longsor akibat guyuran hujan deras. Longsor terjadi di Kampung Cikiwul RT 024/007, dengan area yang terdampak, panjang 4 meter, lebar 3 meter dan tinggi 4 meter. Lalu di Kampung Cikiwul RT 024/007, 1 unit saluran irigasi jebol dengan panjang 10 meter, tinggi 2 meter dan lebar 1 meter," kata Dadi.
Sementara itu, di wilayah Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, banjir terjadi di Kampung Cibojong RT 001/001, merendam satu masjid, satu penggilingan padi, dua unit rumah milik warga.
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp150 juta. Kebutuhan saat ini yang mendesak berupa alat berat untuk evakusi material longsoran, karena hingga saat ini belum dievakuasi," ujar Dadi.

Tulis Komentar