Tercebur Dalam Septic Tank, Seorang Nenek di Malang Tewas
Kilasriau.com - Seorang nenek di Malang tewas usai tercebur ke dalam septic tank di rumahnya. Nenek bernama Mutiyah (60) warga Desa Karangsari RT 32 RW 6 Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kehilangan nyawanya saat jamban di rumahnya ambrol .
Dari informasi yang dihimpun, awalnya Mutiyah hendak buang air besar di jamban yang ada di pekarangan rumahnya, sekitar pukul 05.00 WIB pada Jumat pagi (9/9/2022). Namun sudah satu jam Mutiyah tak juga kembali, sehingga keluarganya curiga dan mengeceknya sekitar pukul 06.00 WIB.
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
Diketahui ternyata jamban tempat Mutiyah buang air besar sudah ambrol, dengan kondisi korban terjatuh di dalamnya. Pihak keluarga lantas meminta tolong tetangga dan diteruskan ke perangkat desa. BPBD dan PMI Kabupaten Malang yang menerima laporan pun langsung turun tangan mengevakuasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkan, pihaknya mengevakuasi perempuan yang terjatuh ke dalam lubang septic tank di rumahnya.
"Betul kejadiannya dari laporan keluarga korban jam 5, saat itu korban pamit buang air besar di jamban di pekarangan rumahnya. Kami menerima laporan jam 08.00 WIB," kata Sadono saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Jumat (9/9/2022).
Berdasarkan pengakuan keluarga korban curiga karena Mutiyah tak juga kembali meski telah satu jam pamit buang air besar. Saat dicek pukul 06.00 WIB, ternyata jamban rumahnya ambrol dan korban terjatuh ke dalamnya.
"Kami kerahkan tiga personel untuk mengevakuasi korban dari kedalaman kurang lebih 30 meter," kata dia.
Menurut Sadono proses evakuasi berjalan dramatis dan cukup memakan waktu lama. Kedalaman septic tank yang mencapai 30 meter dengan diameter lubang hanya sekitar 1,5 meter menjadi penyebabnya.
"Korban tervekuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia dan langsung diserahkan ke keluarga," tuturnya.
Dirinya menambahkan, pihak keluarga bersedia menerima kematian Mutiyah dan langsung dimakamkan pada Jumat siang. "Langsung kami serahkan ke keluarga dan sama keluarganya langsung dilakukan proses pemakaman," pungkasnya.


Tulis Komentar