Pimpinan Yayasan Ketapang Ditahan Polisi Karena Diduga Mencabili Anak Asuhnya
Kilasriau.com - Polres Ketapang telah menahan pimpinan yayasan inisial IS (41) yang mencabuli anak asuhnya M (13). Polisi akan mendalami kemungkinan adanya korban lain.
"Dalam proses pengembangan ini kita akan terus dalami apakah masih ada korban-korban lain. Namun kami harap cukup sampai di sini," tutur Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana dalam keterangan pers di laman Polres Ketapang, Rabu (7/9/2022).
Yani mengatakan, kasus ini ditangani Polres Ketapang bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Ketapang. Pencabulan ini terungkap setelah korban ditemani KPAD Ketapang melaporkan IS ke Polres Ketapang.
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
"Saat ini yang terpenting mengondisikan dan mengembalikan psikologis anak," tuturnya.
Yani mengatakan, IS diperiksa di Polres Ketapang oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dia tidak mengelak tuduhan pencabulan yang dilaporkan korban yang merupakan salah satu anak di panti asuhan miliknya.
Dari hasil pemeriksaan diketahui IS mencabuli korban dengan terlebih dahulu mendoktrin korban dengan dalil-dalil agama. IS juga mengancam agar korban mau menuruti perintahnya.
"Modus IS mendoktrin korban untuk melakukan persetubuhan dengan dalih hadits-hadits termasuk juga ancaman kepada korban," ujarnya.
Barang bukti yang diamankan penyidik adalah baju korban dan meja tempat IS mencabuli korban. Handphone IS juga diamankan. Menurut keterangan korban, handphone tersebut menyimpan video porno yagn dipertontonkan IS kepadanya sambil melakukan pencabulan.
"Tersangka kami jerat Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Tulis Komentar