4 Anggota Penambang Emas Tradisional Ditemukan Tewas Didalam Lobang Sedalam 40 Meter
Kilasriau.com - Empat penambang emas tanpa izin (PETI) tewas dalam lobang tambang. Keempatnya ditemukan dalam lobang sedalam 40 meter di Tik Aseak, Desa Ketenong I, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
"Empat penambang emas ditemukan warga meninggal dunia," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, Kamis (8/9/2022).
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
Identitas keempat korban adalah Aryanto (30), Iwan (32) dan Rizki Manaki (27) yang merupakan warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, dan Madon (25) yang merupakan pendatang dari Desa Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Menurut informasi, keempat korban pergi ke tambang emas di Tik Aseak untuk mencari urat emas. Salah seorang keluarga menemukan barang milik korban yang tertimbun di lobang tersebut .
Keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa Air Kopras dan menduga keempat korban tertimbun di salah satu lobang Tik Aseak.
"Diduga keempat korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen. Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing," ujar Khristian.


Tulis Komentar