4 Anggota Penambang Emas Tradisional Ditemukan Tewas Didalam Lobang Sedalam 40 Meter
Kilasriau.com - Empat penambang emas tanpa izin (PETI) tewas dalam lobang tambang. Keempatnya ditemukan dalam lobang sedalam 40 meter di Tik Aseak, Desa Ketenong I, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
"Empat penambang emas ditemukan warga meninggal dunia," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, Kamis (8/9/2022).
- Wamenaker: Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
- Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri
- Pelabuhan Lhokseumawe, Kini Memegang Peranan Strategis Sebagai Hub Energi Nasional
- Prestasi Gemilang, Puteri Keritang Tembus Paskibraka Nasional
- Paripurna Milad Inhil Ke- 61, Bupati Herman Gelorakan Semangat Memajukan Inhil hingga Lintas Generasi
Identitas keempat korban adalah Aryanto (30), Iwan (32) dan Rizki Manaki (27) yang merupakan warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, dan Madon (25) yang merupakan pendatang dari Desa Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Menurut informasi, keempat korban pergi ke tambang emas di Tik Aseak untuk mencari urat emas. Salah seorang keluarga menemukan barang milik korban yang tertimbun di lobang tersebut .
Keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa Air Kopras dan menduga keempat korban tertimbun di salah satu lobang Tik Aseak.
"Diduga keempat korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen. Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing," ujar Khristian.

Tulis Komentar