Oknum Guru SMP Di Baubau Cambuk Siswanya Karena Tidak Puas Dengan Jawaban Sang Murid
Kilasriau.com - Seorang oknum guru SMP Negeri 19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, berinisial LB, sengaja mencambuk siswanya karena marah dan kecewa.
LB yang juga seorang Wakil Kepala Sekolah ini kecewa lantaran para siswanya tidak memberikan jawaban yang memuaskan terhadap mata pelajaran yang diberikannya.
- Wamenaker: Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
- Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri
- Pelabuhan Lhokseumawe, Kini Memegang Peranan Strategis Sebagai Hub Energi Nasional
- Prestasi Gemilang, Puteri Keritang Tembus Paskibraka Nasional
- Paripurna Milad Inhil Ke- 61, Bupati Herman Gelorakan Semangat Memajukan Inhil hingga Lintas Generasi
“Ini motifnya mengecewakan, ketidakpuasan terhadap muridnya. Muridnya ini kan menjelaskan, kebetulan orang tersebut mengajar tentang IPS yang menjelaskan tentang samudera,” kata Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo, Senin (5/9/2022).
Namun karena jawabannya tidak memuaskan dari pelajarnya, maka LB mencabuk muridnya.
“Dari pemeriksaan kami hampir seluruh muridnya sudah mengalami ( cambuk) dan kami sudah kembangkan ke lima korban lainnya. Karena satu kelas jumlahnya ada 20 orang dan semuanya sudah kena cambuk,” ujar Erwin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau, La Ode Aswad, mengaku prihatin dengan adanya peristiwa oknum guru mencambuk siswanya sendiri.
“Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Saya menegur keras pada guru yang bersangkutan dan tentu saya mohon maaf kepada keluarga korban,” ucap Aswad.
Aswad menambahkan, saat ini LB sedang menjalani proses hukum. Pihaknya pun sedang menyiapkan pendampingan hukum bagi LB.
“Tugas saya memfasilitasi membantu memberikan pendampingan hukum, karena bagaimana pun juga guru ini sudah lama mengajar, sudah jasanya,” kata Aswad.
Walaupun demikian, ia melarang keras guru yang memberikan sanksi terhadap siswa dengan tindakan fisik. Dia menilai guru bisa memberikan sanksi yang mendidik.

Tulis Komentar