Sukabumi Alami Hebatnya Angin Puting Beliung Hingga Merobohkan Seng Pembatas Proyek
Kilasriau.com - Angin puting beliung menerjang pusat Kota Sukabumi, tepatnya di Tugu Adipura, Kecamatan Cikole, Senin (5/8/2022) sekitar pukul 14.45 WIB. Terjangan angin kencang itu tak menimbulkan korban luka maupun jiwa, namun merobohkan seng pembatas proyek renovasi Tugu Adipura dan juga baliho.
Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sukabumi yang menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
- Bea Cukai Langsa Kembali Hadir Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
Pusaran angin puting beliung bergerak dari arah utara Jalan Suryakencana lalu berputar ke bundaran Tugu Adipura yang sedang direnovasi. Seng pembatas yang menutupi proyek itu pun disapu angin hingga porak-poranda ke tengah jalan saat lalu lintas sedang ramai.
Setelah itu, angin bertiup ke arah selatan Jalan Perintis Kemerdekaan, kemudian baliho besar ucapan HUT Pramuka dari Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Andri Hamami, dan Ketua Kwarcab Kota Sukabumi Dida Sembada di pintu masuk Lapangan Merdeka, terbang dan roboh menutup Jalan Perintis Kemerdekaan.
Salah satu saksi, Yesa (32) mengatakan, angin puting beliung terjadi saat aksi unjuk rasa berlangsung. "Saat aksi, lihat sampah plastik berterbangan dan merusak seng penutup pembangunan Tugu Adipura," kata Yesa.
Saksi lain, Dewek Sapta (26), mengatakan, terkejut melihat angin puting beliung sehingga lari ke pinggir jalan. Setelah itu, angin berputar putar menyapu baliho. "Langsung tuh baliho pramuka Achmad Fahmi dan wakilnya serta ketua Kwarcab, terbang dan jatuh menutup jalan perintis Kemerdekaan," kata Dewek


Tulis Komentar