Kepedulian Pemerintah Kabupaten Inhil yang Sangat Serius Dalam Pencegahan Penanganan Stunting
KILASRIAU.com - Bupati Indragiri Hilir Drs. H. Muhammad Wardan, MP beserta Ketua TP PKK Inhil Sekaligus Ketua Gerakan Satu Hati (GSH) jilid II Hj. Zulaikhah Wardan S.Sos, ME, dalam usahanya menurunkan stunting di Inhil kembali membuka kegiatan Pelatihan Pencegahan Stunting di halaman kantor Camat Kuala Indragiri, (04/09/22).
Acara yang diikuti 101 peserta se-Kecamatan Kuindra ini dilaksanakan untuk mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia berkualitas yang nantinya bisa menjadi pilar pendukung untuk pencapaian visi Indonesia tahun 2024.
Selanjutnya, Bupati H. M Wardan mengatakan tujuan yang ingin dicapai dalam percepatan penurunan stunting adalah mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.
- Kabag Kesra Inhil Tegaskan Dukungan terhadap Polri di Bawah Presiden RI
- Camat Enok Lantik Pj Kades Sungai Ambat, Kadis PMD Inhil Tekankan Tata Kelola Desa yang Akuntabel
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
“Hal ini menunjukkan bahwa upaya percepatan pencegahan Stunting harus kita laksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui Koordinasi, Sinergi dan sinkronisasi antar Kementerian/Lembaga, Pemprov, Pemkab, Desa dan masyarakat.”tegas H.M Wardan
Di kesempatan ini bupati H.M Wardan berpesan Kepada kita semua bahwasanya stunting Ini penting tolong nanti pak camat, pak lurah, pak kepala desa di manapun kita ada pertemuan sempatkan sampaikan kepada masyarakat tentang stunting ini karena ini perintah dari presiden yang menegaskan bagaimana untuk pencegahan dan penanggulangan stunting itu diawali dari tingkat-tingkat desa.” Ungkap bupati
Sementara itu selaku Ketua TP PKK Inhil dan Ketua GSH jilid II Hj. Zulaikhah Wardan saat penyampaian isi materi nya menjelaskan “Stunting dapat menghambat pertumbuhan dan mampu mempengaruhi perkembangan otak yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar kurang hingga mempengaruhi prestasi sekolah anak. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari kandungan dan baru terlihat ketika anak berusia dua tahun,"

Tulis Komentar