Disbudpar Aceh gelar Kegiatan Aceh Perkusi 2022
KILASRIAU.com, ACEH-Aceh perkusi kembali digelar di Banda Aceh pada tanggal 29-31 Juli 2022.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Disbudpar Aceh ini merupakan salah satu dari deretan event “khazanah piasan nanggroe” dan juga terdaftar masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf RI.
"Pelaksanaan kali ini akan dilakukan secara daring dan luring," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almunizal Kamal.
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Aceh Perkusi ini bertujuan sebagai media membangun kolerasi musik perkusi dalam bingkai kebudayaan dunia.
"Dalam event kali kita akan menghadirkan ragam grup dan jenis perkusi yang ada dibeberapa kabupaten di Aceh, seperti : rapai pasee, rapai geurimpeng, Canang,rapai tuha, tegening, rapai geleng, rapai saman dan beberpa jenis perkusi lainnya," ungkapnya.
Disamping itu turut juga hadir grup perkusi dari luar Aceh, diantaranya Kepulauan Riau, Depok, Bandung, Jakarta dan provinsi lainnya.
Perjalanan event Perkusi Aceh ini sudah memasuki tahun yang ke lima dalam pelaksanaannya. Kemeriahan acara perkusi tahun ini akan lebih menarik dengan adanya partisipasi beberapa grup perkusi luar negeri, seperti grup Nadi Singapura, Daisuke Ogawa dan klong Yaw Thailand.
Sementara itu Imam Juaini selaku project manager kegiatan ini mengatakan bahwa event Aceh perkusi 2022 dengan tema “Permata Tanah Serambi” ini sebagai catatan bahwa kekayaan dan keberagaman perkusi ditengah-tengah masyarakat Aceh begitu beragam, atraktif dan unik.
Sehingga menjadikannya sebagai identitas musik budaya masyrakat Aceh yang harus dijaga dan dikembangkan dalam upaya mempertahankan eksistensinya di tengah kondisi perubahan zaman.
Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah secara terpisah mengemukakan bahwa kegiatan Aceh Perkusi merupakan event penting dan strategis, karena dapat dijadikan sebagai moment yang tepat untuk promosi, edukasi, membangun relasi, mengembangkan kreativitas dan melakukan interaksi seni secara luas.
"Dalam kesempatan ini, kami mencoba mengimplementasikan konsep tersebut dalam bentuk kegiatan, seperti: kemah perkusi, Clinik perkusi, Seueng Rapai, dan parade Perkusi. Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 29-31 Juli 2022 berpusat di Taman Bustanussalatin-Banda Aceh, tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya," jelas Nurlaila.***

Tulis Komentar